Inilah Kabar Gembira yang Disampaikan oleh Presiden RI dan Mendikdasmen pada Puncak Hari Guru Nasional 2025

JAKARTA – Dalam memperingati Hari Guru Nasional, semua guru berkumpul bersama di Jakarta. Pertemuan tersebut digelar pada acara puncaknya HGN, 28 November 2025.

Telah hadir kurang lebih 9 ribu guru se-Indonesia dan sejumlah pejabat pemerintah bahkan dihadiri para menteri dan Presiden RI secara langsung.

Acara spektakuler dan meriah ini merupakan momentum yang tak mudah terlupakan bagi yang menyaksikan secara langsung di lokasi.

Berikut ini kabar gembira yang disampaikan oleh Abdul Mu’ti dihadapan ribuan guru dan pejabat pemerintah dan disaksikan oleh seluruh Indonesia.

Sejumlah laporan yang dipaparkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada acara puncak HGN 2025.
1. Peningkatan Kesejahteraan Guru
Tunjangan guru non-ASN telah dinaikkan menjadi Rp2 juta.
Tunjangan guru ASN sebesar gaji pokok sudah terlaksana
Mekanisme transfer tunjangan dilakukan langsung ke rekening guru. Saat ini masih per 3 bulan, namun tahun depan diusahakan cair setiap bulan.
2. Pendidikan dan Kualifikasi Guru (Revolusi S1)

Menurutnya sebanyak 808.865 guru diberikan kesempatan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025.

Program beasiswa S1 (sistem RPL) diberikan kepada guru yang belum sarjana. Tahun 2025 ini mencakup 12.500 guru, dan target tahun 2026 melonjak menjadi 150.000 guru dengan beasiswa Rp3 juta per semester.

Disampaikan bahwa program ini disebut sebagai revolusi percepatan kualifikasi agar guru bisa segera mendapatkan sertifikasi.

3. Pelatihan Kompetensi Baru:

Guru dilatih untuk materi baru seperti coding, AI (Kecerdasan Buatan), dan STEM.
Persiapan guru Bahasa Inggris dilakukan karena Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun 2027.
4. Revitalisasi Sekolah

Menurut Mendikdasmen sebanyak 16.175 satuan pendidikan sedang direvitalisasi, dengan progres mencapai 86% hingga akhir tahun ini.
Isi Pidato Presiden RI, Prabowo Subianto
1. Anggaran dan Peringatan Keras Terhadap Korupsi

Pendidikan mendapatkan alokasi anggaran terbesar dalam APBN (di atas 20%), melebihi sektor pertahanan.

Presiden memberi peringatan keras kepada pejabat pusat hingga daerah agar tidak menyelewengkan atau melakukan mark-up anggaran pendidikan.

Presiden menegaskan akan memberantas korupsi dan meminta menteri untuk mengawasi jajarannya secara ketat.

2. Target Infrastruktur Pendidikan dan Jembatan:
Tahun ini pemerintah memperbaiki 16.000 sekolah. Presiden menargetkan tahun depan jumlahnya minimal naik menjadi 60.000 sekolah.

Presidan dalam pidatonya juga merespons video viral siswa menyeberang sungai, Presiden membentuk satgas untuk membangun 300.000 jembatan (termasuk jembatan gantung) dengan melibatkan TNI, Polri, dan mahasiswa teknik sipil.

3. Digitalisasi Pembelajaran.

Selain itu pemerintah telah mendistribusikan layar interaktif (IFP) ke sekolah-sekolah. Saat ini sudah terkirim sekitar 200.000 unit, dan targetnya seluruh sekolah (288.000 sekolah) akan menerimanya.

Presiden dalam pidatonya menyampaikan secara tegas yakni menekankan bahwa guru harus tegas dalam mendidik. Ia mengaku dulu “nakal” dan bisa sukses karena dididik dengan keras dan tegas oleh gurunya.

Presiden Prabowo meminta orang tua tidak reaktif jika anaknya didisiplinkan guru, dan menegaskan bahwa tindakan “kurang ajar” siswa kepada guru tidak boleh dibiarkan.

5. Bantuan untuk TK

Kabar berikutnya adalah bantuan untuk murid TK, mulai tahun ini akan mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP). (*)

admin

PT. MEDIA PEMBURU BERITA SK Menteri Hukum & HAM AHU: 0031538.AH.01.01.TAHUN 2019 Nomor Induk Berusaha (NIB): 9120000780489 NPWP PERUSAHAAN : 91.916.307.1-808.000 DIREKTUR UMUM; ISKANDAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *