Upacara HUT ke-79 PGRI & HGN Tahun 2024 di Meriahkan 1700 Lebih Senam Massal.

BONE – Upacara Bendera dalam rangka HUT ke-79 PGRI & HGN Tahun 2024 du Lapangan Merdeka Watampone Kabupaten Bone Sulsel Selasa, 26/11/2024.

Upacara tersebut , Pj. Bupati Bone (Andi Winarno Eka Putra) selaku Insfektur upacara dan salah satu guru MAN selaku komandan upacara, beserta peserta upacara dihadiri Guru PNS, ASN, P3K, Danrem, Kodim, Polres Forkopimda.

Ratusan peserta Upacara bendera merah putih dalam rangka HUT PGRI ke-79, dan Hari Guru Nasional terlaksana dengan baik aman dan tertip.

menghadirkan ratusan guru guru yang tergabung dalam guru TK, PAUD, SD/MI sampai ketingkat SMA/sederajat se kabupaten Bone.

Pengerek bendera 3 Orang masing masing dari pasukan Paskibrata kabupaten Bone.

Sejarah Singkat Lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.

Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan huru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Sejalan dengan keadaan itu maka disamping PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan yang lainnya.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka.” Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 – 25 November 1945 di Surakarta. Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah – guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 – seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :

Memepertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia;
Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan; Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.

Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.

Pj. Bupati Bone menambahkan, yang mengatakan Semoga PGRI, guru, dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh guru.
Guru adalah guru prifesional yang adil dan beradab.

Upacara HIT PGRI ke-79 & HGN tahun 2024, hadir Kapolres, Dandim, ketua pengadilan Negeri, mewakili pengadilan agama, kepala pengadilan agama bone, Dinas Pendidikan, ketua PGRI, Dandempom, Dandem Brimob, beserta PGRI TK, PAUD, SD sampai SMA dan sederajat.

HUT PGRI ke-79 dan Hari Guru Nasional tahun 2024, Sejumlah siswa-siswi yang berprestasi yang telah mengikuti berbagai lomba dan kegiatan mulai tingkat Kabupaten, Provinsi sampai ke tingkat Nasional akan diberikan sertifikat secara simbolis dan yang memyerahkan dari sejumlah pejabat secara bergantian ke Siswa yang berhak menerimanya.

HUT PGRI dan HGN tahun 2024, juga di meriahkan kegiatan senam massal yang anggotanya terdiri dari 1700 lebih peserta gabungan berbagai guru, siswa-Siswi dari berbagai sekolah dan instansi lainnya yang ada di Kabupaten Bone. (Ancu)

admin

PT. MEDIA PEMBURU BERITA SK Menteri Hukum & HAM AHU: 0031538.AH.01.01.TAHUN 2019 Nomor Induk Berusaha (NIB): 9120000780489 NPWP PERUSAHAAN : 91.916.307.1-808.000 DIREKTUR UMUM; ISKANDAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *