Banjir di Maros Terparah Sejak 30 Tahun Terakhir
Maros, PB.Com, — Sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan terendam genangan banjir Sabtu (21/12/2024). Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Maros,Towadeng kepada Pro 3 RRI mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 30 tahun terakhir.
“Sejak siang sudah surut namun menyisakan material banjir seperti kayu gelondongan. Banjir di Maros juga menyisakan lumpur dan sampah,” katanya, Sabtu (21/12/24) malam.
Total ada delapan kecamatan yang terendam, namun yang terparah adalah yang berada di daerah pegunungan yakni Camba, Cenrana dan Mallawa. “Di kecamatan Camba 300 KK dan lebih dari 10 rumah hanyut,” ujarnya.
Towadeng mengatakan pihaknya belum mengetahui jumlah pasti total jumlah warga yang terdampak banjir. Ini karena data korban dan kerusakan masih didalami.
Saat ini, kata Towadeng, BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Maros, TNI dan Polri sudah mendistribusikan bantuan dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir bandang. “Ada warga yang dievakuasi karena berada di dusun terpencil dan data terkahir ada 13 jembatan terputus,” ucapnya.
Selain itu pihaknya juga telah menyediakan tempat pengungsian di kantor-kantor lurah atau camat terdekat. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar cuaca di tengah cuaca buruk ini.
“Kalau tidak begitu penting hindari keluar rumah dan untuk nelayan kalau bisa jangan melaut dulu. Ini karena ombak sedang tinggi,” ucapnya.(Haus).
