KEPALA BIDANG PENDIDIKAN DASAR MEMANTAU PELAKSANAAN PKP IN KE 3 KEC.TELLU SIATTINGE
TELLU SIATTINGE,PEMBURU BERITA.COM- Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) IN III kedua tempat di SDN 71 Lamurukung dan di SD Inpres 3/77 Lamurukung kedua Penjab tersebut Bapak Ibrahim, S.Pd dan Guntur, S.Pd mengatakan Intruktur PKP kedua tempat tesebut Ibu Idalaela dan Bapak Harman, S.Pd jumlah peserta PKP masing-masing 20 orang, didampingi masing- masing satu Pengawas Sekolah pendamping Bapak Heru Subroto, S.Pd dan H.Usman, S.Pd., M.Pd mengatakan sebanyak 20 Peserta pelaksanaan ON I Alhamdulillah dapat kami dampingi 20 peserta ke 17 belas satuan Pendidikan dengan membawa Instrumen Pendamping Program PKB berbasis zonasi On the Job Learning (ON – 1) dimana ON 1 ini Perencanaan mendesain RPP, untuk Pelaksanaan On The Job Learning 2 (ON-2) Insya Allah kami akan melakukan sistem kelompok dalam satu kelompok ada 4 Peserta ke empat peserta untuk diobservasi praktik Pembelajaran dengan teman yang sama “Ekosistem”, Alhamdulillah sampai Minggu ketiga terlaksana dengan lancar dilengkapi dengan Vidio atau Foto praktik pembelajaran kata Pengawas pendamping H.Usman, S.Pd., M.Pd tambahnya.

Pelaksanaan IN III dihadiri Nara sumber dari Disdik Kab.Bone Drs. Budiman, M.Pd, Pada hari Ahad, 13 Oktober 2019 mulai pukul 08.00 s.d 16.30 Wita Nara sumber mengatakan bahwa Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) merupakan program yang diluncurkan oleh Kemendikbud di tahun 2019. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan.

Lanjut Nara sumber Drs. Budiman, M.Pd mengatakan Program ini, dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan pada pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar yang sebaiknya dimiliki oleh seorang guru professional.

Nara Sumber Drs. Budiman, M.Pd memotivasi semua peserta PKP mengharapkan Guru profesional memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi peserta didiknya. Penelitian menunjukkan bahwa 30% prestasi peserta didik ditentukan oleh faktor gurunya. Dengan demikian maka guru harus senantiasa meng-update dirinya dengan melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Jika program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan sebelumnya didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru, berfokus pada peningkatan kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogi dan profesional, maka Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi lebih berfokus pada upaya memintarkan peserta didik melalui pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi. Berbasis zonasi ini dilakukan mengingat luasnya wilayah Indonesia. Zonasi diperlukan guna memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat, sehingga peningkatan pendidikan dapat berjalan secara masif dan tepat sasaran.

Kumpulan Materi PKP Guru SD tahun 2019 tertuang dalam Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.
Unit Pembelajaran ini, disusun berdasarkan analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta analisis soal-soal Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). UN dan USBN merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan nasional. Ujian Nasional (UN) adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan.

Karena hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2018 menunjukkan bahwa siswa-siswa masih lemah dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) seperti menalar, menganalisis, dan mengevaluasi. Oleh karena itu siswa harus dibiasakan dengan soal-soal dan pembelajaran yang berorientasi kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) agar terdorong kemampuan berpikir kritis tambahnya. “HAUS”
