Korban Laka Lantas Lamban Ditangini Tim Medis Datu Pancaitana, Menunggu Rujukan
Bone, Pemburu Berita.com-Tabrakan beruntun kendaraan roda dua motor metic Bit warna putih dengan nomor Polisi DW 2483 EE VS Roda dua Suzuki sogun biru dengan nomor polisi DD 4181 DA di Jaln KH. Abdul Hamid (Jalur dua) perbatasan Kelurahan Biru dengan Kelurahan Tibojong Kec. T. Riattang timur Sabtu,16/11/2019.
Kecelakaan lalu lintas ini sudah ditangani tim dari Polantas Turjawali Polres Bone yaitu AIPDA Abdul Malik bersama dengan Brikpol Bismar langsung meluncur ke TKP dan sudah diamankan kedua kendaraan yang bakutabrak di jalur dua (Jl. KH. Abdul Hamid) dan sudah dimintai keterangannya kedua belah pihak sebagai bahan untuk penyelidikan.

Kedua Korban baku tabrak ini sudah dilarikan ke Puskesmas Datu Pancaitanah untuk pertolongan pertama, namun yang korban satunya yang bernama Muh. Sukri (15 Thn) dilarikan ke Rumah sakit Tentara. Tak lama kemudian pasien ini tidak mau dirawat dirumah sakit, terpaksa dibawa pulang kerumahnya.Sedangkan korban laka yang satunya (Rusdianto)tetap akan dirawat Puskesman Datu Pancaitanah, dan akan segera dirujuk ke Rumah sakit Tenriawaru atau ke rumah sakit Hapsa.

Menurut Perawat Pancaitanah yang melihat dan yang membersihkan luka korban kecelakan lalu lintas mengatakan, luka ditalapak kakinya pasien cukup dalam dan sobek panjang sekitar 15 cm. Jadi akan segera dirujuk ke rumah sakit Tenriawaru watampone. Untuk menindak lanjuti pasien tersebut Namun, sampai sekarang belum ada respon dari pihak rumah sakit tenriawaru watampone, dengan alasan baru dihubungi dokternya yang bisa menangani pasien tersebut dan bahkan kami juga sudah buat laporan pasien lewat on line. Kata perawat yang menangani awal saat itu.
Begitu juga dokter yang bertugas hari ini yang menangani pasien korban tabrakan mengatakan. Kami sudah laporkan ke rumah sakit Tenriawaru dan rumah sakit Hapsa lewat on line, namun sampai sekarang belum ada respon atau jawaban dari Rumah sakit tersebut untuk membawa pasien tabrakan ini. Kata Doter yang bertugas hari ini di Puskesmas Datu Pancaitanah.

Keluarga pasien menyayangkan lambannya penanganan pasien yang lagi membutuhkan pertolongan secepatnya, namun sudah diberikan obat anti sakit walaupun kita tahu bahwa hari sabtu ini dokter spesialis yang bisa menangani pasien ini belum ada jawaban. Jadi korban kecelakaan sekarang masih dititip sementara di Puskesman Datu pancaitanah sambil menunggu rujukan ke RS Tenriawaru untuk dironsen dulu.
“Masa sudah sejak pagi masuk pasien tabrakan motor, belum juga ada perintah rujukan ke Rumah sakit Tenriawaru watampone. Sedangkan luka robek ditelapak kakinya sangat parah dan belum dijahit atau bagaimanakah itu. Saya ini pusing melihat keadaan suami saya yang lagi terbaring. Saya kuatir nantinya kalau lukanya yang mau dijahit itu, menjadikan bengkak dan membusuk. Jadi kalau tidak secepatnya ditangani dokter spesialis, maka pasien ini menderita kesakitan “Ucap sang Isteri pasien dengan singkat. (IS)
