FEB Unusia Siap Bertransformasi dengan Pimpinan Baru
JAKARTA,pemburuberita.com— Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) memasuki babak baru kepemimpinan untuk masa jabatan 2026–2030. Momentum tersebut ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan pengelola Unusia yang digelar di Aula Jakoeb Oetama, Unusia Jakarta, Kamis (20/8).
Dalam struktur baru tersebut, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak. dipercaya memimpin FEB sebagai Dekan. Ia didampingi Maryam, M.Psi., Psikolog sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Pada tingkat program studi, Asiroch Yulia Agustina, M.E.I. dipercaya sebagai Ketua Program Studi Ekonomi Syariah dan Habsyah Fitri Aryani, M.Ak. sebagai Ketua Program Studi Akuntansi.
Dekan FEB Unusia, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak., menegaskan bahwa kepemimpinan baru harus menjadi momentum untuk mempercepat konsolidasi dan meningkatkan daya saing fakultas.
“Kami ingin FEB Unusia tidak hanya tumbuh secara kelembagaan, tetapi juga memiliki keunggulan yang terukur dalam akademik, riset, inovasi, dan jejaring. Amanah ini akan kami jalankan dengan semangat kolaborasi agar FEB semakin relevan dengan kebutuhan zaman dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Unusia dan masyarakat,” ujar Aras. 21/08/2026.
Arah tersebut sejalan dengan pesan Rektor Unusia, Fariz Alnizar, yang mengajak seluruh pengelola menjadikan pekerjaan di Unusia sebagai budaya dan gerakan bersama.
“Kita geser semua hal kerja Unusia yang tadinya program menjadi budaya. Jika menjadi budaya, kita tidak hanya berhenti setelah program itu selesai, tapi akan terus berlanjut menjadi tanggung jawab dan gerakan kita bersama,” ujar Fariz.
Bagi Wakil Dekan FEB, Maryam, M.Psi., Psikolog, penguatan FEB juga harus dibangun melalui ekosistem mahasiswa yang aktif, inklusif, dan terhubung dengan dunia profesional.
“Kemajuan FEB harus dirasakan langsung oleh mahasiswa. Karena itu, penguatan prestasi, karakter, jejaring, pengalaman organisasi, dan kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional akan menjadi bagian penting dari kerja kami,” ujar Maryam.
Menurut Maryam, menjadi bagian dari jajaran kepemimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis bagi saya adalah sebuah kehormatan sekaligus tantangan. Mari bersama menciptakan lingkungan kampus yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dukungan penuh dari seluruh dosen, staf, dan mahasiswa akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi fakultas yang progresif.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Asiroch Yulia Agustina, M.E.I., melihat momentum kepemimpinan baru sebagai peluang memperkuat posisi ekonomi syariah di tengah perubahan ekonomi global.
“Ekonomi syariah harus hadir sebagai disiplin ilmu yang mampu menjawab persoalan ekonomi kontemporer. Kami ingin membangun pembelajaran dan riset yang kuat, inovatif, serta tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kemaslahatan,” ujarnya.
Di Program Studi Akuntansi, Habsyah Fitri Aryani, M.Ak., menekankan pentingnya menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan transformasi profesi akuntansi.
“Akuntansi ke depan tidak cukup hanya menguasai aspek teknis. Mahasiswa harus memiliki kemampuan analitis, literasi digital, integritas, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia bisnis. Karena itu, kami ingin memperkuat pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan profesi dan industri,” tutur Habsyah.
Optimisme terhadap masa depan Unusia juga ditegaskan Rektor. “Bahwa kita tidak hanya bertumbuh, tapi juga akan melesat jauh lebih baik,” tegas Fariz.
Semangat tersebut menjadi energi bagi FEB untuk menjadikan periode 2026–2030 bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan fase akselerasi menuju fakultas yang unggul, adaptif, berintegritas, produktif dalam riset, kuat dalam jejaring, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Dengan kepemimpinan baru, FEB Unusia kini memiliki kesempatan untuk membangun tradisi baru: bekerja sebagai budaya, berinovasi sebagai kebiasaan, dan menjadikan keunggulan sebagai gerakan bersama. (Ars)
