*Festival Timur Tengah 2026 Resmi Dibuka, Menteri Agama RI Apresiasi Peran Prodi Arab FIB UI*
DEPOK,pemburuberita.com — Festival Timur Tengah 2026 yang diselenggarakan mahasiswa Program Studi Arab, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), resmi dibuka dengan dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., serta sejumlah perwakilan diplomatik negara-negara sahabat.
Pembukaan Festival Timur Tengah 2026 turut dihadiri Duta Besar Kuwait Khalid Jassim Al-Yassin, Deputy Chief of Mission (DCM) Kedutaan Besar Bahrain, DCM Kedutaan Besar Mesir, Wakil Dekan FIB UI, Ketua Program Studi Arab FIB UI Gina Najjah, serta sejumlah guru besar UI di antaranya Prof. M. Lutfi Zuhdi,Ph.D., Prof. Dr. Maman Lesmana, dan Prof. Yon Mahmudi, Ph.D
Dalam sambutannya, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengapresiasi penyelenggaraan Festival Timur Tengah 2026 yang dinilai menjadi ruang penting untuk memperkenalkan dan menghidupkan budaya Timur Tengah di lingkungan perguruan tinggi.
Nasaruddin menilai kegiatan yang mengangkat kebudayaan dan peradaban Arab dan Timur Tengah selama ini lebih identik dengan perguruan tinggi keagamaan, khususnya Universitas Islam Negeri (UIN). Karena itu, ia memberikan apresiasi khusus kepada Program Studi Arab FIB UI yang menghadirkan kegiatan serupa di lingkungan Universitas Indonesia.
“Biasanya kegiatan seperti ini diadakan oleh kampus-kampus seperti UIN. Hari ini kita melihat kegiatan seperti ini diselenggarakan oleh Universitas Indonesia,” ujar Nasaruddin dalam sambutannya.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah, sekaligus membuka ruang pertukaran budaya dan nilai kemanusiaan.
Nasaruddin menekankan agar kolaborasi yang telah terbangun melalui Festival Timur Tengah dapat terus dilanjutkan. Menurutnya, kerja sama lintas negara dan lintas institusi tersebut penting untuk menghidupkan nilai-nilai kebudayaan, toleransi, serta kemanusiaan.
“Kerja sama seperti ini harus terus dilanjutkan demi menghidupkan budaya dan kemanusiaan,” katanya.
*Kuwait Dorong Nilai Moderasi dan Toleransi*
Apresiasi serupa disampaikan Duta Besar Kuwait, Khalid Jassim Al-Yassin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada Program Studi Arab FIB UI dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Timur Tengah 2026.
Ia menegaskan bahwa Kuwait selama ini dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi moderasi dan toleransi. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, terus diupayakan untuk dihidupkan melalui berbagai kegiatan kebudayaan dan kerjasama internasional.
Ia juga menyinggung peran Kuwait sebagai pusat Kota Kebudayaan Arab pada 2025 sebagai salah satu bukti komitmen negara tersebut dalam memperkenalkan serta menghidupkan nilai-nilai budaya Arab yang moderat dan toleran.
*Kerja Sama Tak Berhenti di Ruang Akademik*
Sementara itu, Ketua Program Studi Arab FIB UI, Gina Najjah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya Festival Timur Tengah 2026.
Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, negara-negara sahabat, Duta Besar Kuwait, DCM Kedutaan Besar Bahrain, serta DCM Kedutaan Besar Mesir yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Juga menyampaikan apresiasi kepada ketua Panitia yang merupakan mahasiswa program studi Arab, Nasywa Ramadhani.
Gina mengatakan Festival Timur Tengah tidak hanya dimaksudkan sebagai pertunjukan budaya, karena kegiatan ini mengandung pembelajaran berharga bagi mahasiswa. Kegiatan ini juga merupakan ruang untuk membangun hubungan yang lebih luas antara mahasiswa, perguruan tinggi, masyarakat, dan komunitas internasional.
“Kerja sama ini jangan hanya berhenti di ruang akademik, tetapi harus tetap dilanjutkan dalam kehidupan yang nyata,” ujarnya.
*Dimeriahkan Tari Saman dan Tanoura*
Setelah rangkaian sambutan para tamu VIP, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan seni yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia dan Timur Tengah.
Tari Saman yang merupakan salah satu kesenian Indonesia ditampilkan dalam kegiatan ini untuk persembahan bagi tamu kehormatan. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan ekspresi budaya Indonesia dengan kebudayaan Timur Tengah dalam satu panggung.
Selain Tari Saman, para peserta juga disuguhkan penampilan Tari Tanoura, tarian khas Mesir yang dikenal luas sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan di Mesir dan sejumlah negara Arab.
Pertunjukan tersebut menjadi salah satu rangkaian yang menarik perhatian peserta Festival Timur Tengah 2026 sekaligus memperkuat pesan mengenai pentingnya pertukaran budaya sebagai bagian dari hubungan antarmasyarakat dan antarnegara.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan tertib hingga penghujung kegiatan.
Pada sesi terakhir, panitia menyerahkan cendera mata berupa kayu Gaharu Indonesia yang menunjukan salah satu bentuk persahabatan antara dua negara. Kayu ini diberikan kepada para tamu VIP sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas kehadiran serta dukungan mereka terhadap penyelenggaraan Festival Timur Tengah 2026.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara para tamu VIP, pimpinan dan sivitas akademika Prodi Arab FIB UI, dosen, panitia, serta mahasiswa Program Studi Arab.
Festival Timur Tengah 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Program Studi Arab FIB UI dalam memperkenalkan kekayaan bahasa, seni, budaya, dan peradaban Timur Tengah sekaligus memperkuat interaksi Indonesia dengan negara-negara sahabat.
Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Arab FIB UI mendorong agar hubungan akademik dan kebudayaan antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah dapat terus berkembang, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam kehidupan sosial yang lebih luas. (*)
