Direktur PKUMI Audiensi dengan Dekan Universitas Al-Azhar, Perkuat Kerja Sama Internasional Kaderisasi Ulama Indonesia
KAIRO, MESIR — Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) memperkuat hubungan akademik dengan Universitas Al-Azhar, Mesir, melalui audiensi bersama pimpinan Fakultas Ilmu-Ilmu Keislaman dan Bahasa Arab bagi Mahasiswa Asing.
Pertemuan tersebut mempertemukan Direktur PKUMI, Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., dan Koordinator Divisi Keuangan PKUMI, Dr. Muhammad Aras Prabowo, dengan Dekan Prof. Dr. Nahla Sabri Al-Saidi serta Wakil Dekan Bidang Pascasarjana dan Penelitian, Prof. Dr. Syahidah Mas’ad Mar’i.
Audiensi menjadi momentum memperkuat kesinambungan pendidikan kader ulama Indonesia di Al-Azhar. Pembahasan diarahkan pada pengembangan kualitas pembelajaran, pembinaan mahasiswa internasional, serta peluang kerja sama akademik bagi peserta program magister dan doktor.
Hubungan PKUMI dan Al-Azhar telah berlangsung sejak 2023. Hingga 2026, PKUMI telah mengirimkan enam angkatan untuk mengikuti program penguatan keilmuan atau short course. Pada angkatan keenam, sebanyak 54 peserta mengikuti kegiatan, terdiri atas 30 peserta magister PKU, enam peserta magister PKUP, dan 18 peserta doktor PKU.
Ahmaf Thib Raya menegaskan pentingnya Al-Azhar dalam sejarah perkembangan keilmuan Islam Indonesia. “Tradisi wasathiyyah, pendalaman ilmu agama, keteladanan para masyayikh, serta penghormatan terhadap perbedaan pandangan merupakan bekal penting bagi calon ulama ketika kembali mengabdi kepada masyarakat” tegasnya. 28/10/2026.
Menurutnya, kaderisasi ulama tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Pendidikan internasional juga perlu mendorong kematangan intelektual, kedalaman spiritual, kemampuan penelitian, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan kebangsaan.
Sementara itu, Aras memandang keberlanjutan kerja sama internasional perlu ditopang perencanaan kelembagaan yang baik, termasuk kesinambungan dukungan program dan tata kelola sumber daya secara akuntabel.
Melalui pendekatan tersebut, pendidikan ulama diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan kompetensi individual, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kelembagaan pendidikan Islam di Indonesia.
Kepemimpinan Nahla dalam pendidikan mahasiswa asing serta tanggung jawab Syahidah di bidang pascasarjana dan penelitian menjadi titik temu penting untuk memperluas komunikasi akademik dengan PKUMI.
Sejumlah peluang pengembangan meliputi penguatan bahasa Arab, kajian Al-Qur’an dan hadis, fikih, metodologi penelitian, seminar internasional, serta penelitian bersama. Peluang tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan perencanaan program antarlembaga.
Melalui audiensi ini, PKUMI berharap angkatan keenam yang sedang belajar di Al-Azhar menjadi fondasi kemitraan jangka panjang. Kerja sama berkelanjutan diharapkan melahirkan ulama Indonesia yang berilmu mendalam, berakhlak luhur, berpandangan moderat, dan mampu menjawab tantangan masyarakat modern. (*)
