PERSIAPAN PEMBELAJARAN TTM VIDIOCOM BERSAMA BUPATI BONE
BONE, PEMBURU BERITA, COM, – Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (TTM) melalui Vidiocom Bupati Bone DR.H.Andi Fashar Mahdin Padjalangi, M.Si dan wakil Bupati Bone Drs. H.Ambo Dalle, MM. bersama Diskes drg.Yusuf. dilaksanakan 13 Agustus 2020 pukul 19.00 Wita di jaringan Vidiocom join zoom meething.

Vidiocom zoom meething tersebut HOS Drs. Nursalam, M.Pd mengatakan peserta dari kepala TK,SD,SMP dan perwakilan SMA, Penilik dan Pengawas TK, SD, SMP Kab. Bone.

Kadis kab.Bone Hj.A.Syamsiar, S.Sos., M.Si, mengatakan mengenai regulasi penerbitan surat edaran. 49,7% yang menggunakan pembelajaran Daring, 41, 6% menggunakan murni off line. kendala: internet tidak merata. pembukaan sekolah harus mengikuti protokoler kesehatan yang ketat, izin dari pemerintah setempat.
Bupati Bone DR.H.A.Fashar Mahdin Padjalangi, M.Si mengatakan :
Pendidikan penting tapi kesehatan lebih penting. Bone zona kuning tapi tidak masuk zona aman.kebebasan dari pemerintah untuk memberikan kebijakan. Indonesia termasuk salah satu negara yg masih rendah penangan covid 19.
Bupati Bone mengharapkan belajar tatap muka tapi dengan konsep yang sudah dikaji seperti sekolah yang tidak mampu melaksanakan secara daring. pembelajaran nontatap muka karena alasan kesehatan. pembelajaran tatap muka harus ada pembenahan ruang kelas dan penyemprotan disinfektan, harus mempunyai tempat cuci tangan, kapasitas kelas terbatas maka harus diatur dengan shift, ada persetujuan komite sekolah, kehadiran siswa hanya 50%, kesediaan sarana, ada akses kesehatan, penerapan masker, perpres no 6 thn 2020, suhu tubuh warga sekolah jangan lebih 37 derajat, apabila ada warga sekolah yg batuk, flu jangan pergi ke sekolah, tidak melakukan perjalanan ke zona yg mengkhawatirkan, tempat duduk siswa harus diatur, kondisi fisik peserta didik sangat rentang, tidak boleh ada kantin, ekstra kurikuler jadi bawa dari rumah, hindari istirahat di luar kelas jika ada lampu hijau bisa melaksanakan tatap muka, Bone masuk daerah dengan pembelajaran tatap muka ini merupakan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, kebijakan Gubernur merupakan kebijakan yang harus dicermati dan diikuti, kalau ada satu yang positif maka masuk pada kondisi yang mengkhawatirkan, sebagai kesimpulan kualitas pendidikan tahun ini rendah, mengejar ketinggalan akibat pembelajaran yang tidak efektif, pengawas atau pihak dinas mengambil langkah menghadapi pembelajaran new normal, menyiapkan hand sanitizer sebagai antisipasi terhadap protokoler kesehatan, daerah ibukota banyak yang tidak mau mengadakan pembelajaran tatap muka, membersihkan lingkungan sekolah.

Wakil Bupati Bone Drs. H.Ambo Dalle, MM mengatakan: adakan penyemprotan disinfektan kalau ada anggaran sekolah hendaknya menyediakan bilik ozonisasi sebagai langkah pencegahan
pembelajaran dengan sistem shift, jumlah siswa 50%, pelibatan komite sekolah melalui surat pernyataan, secara umum sul-sel masuk zona yg mengkhawatir, menghindari kluster baru, guru jangan pergi kemana-mana
senantiasa waspada akan adanya kluster baru, pelibatan tripika dilingkungan sekolah
instruksi perpres no 6 /2020, harus membangun kerjasama diantara warga sekolah, tetap menunggu instruksi gubernur
jangan menganggap enteng covid- 19
lingkungan sekolah menjadi contoh bagi masyarakat.

Diskes drg.Yusuf mengatakan : Bone ada 50 kasus positif, 47 sembuh, dan
tiga (3) sementara dalam perawatan, OTG, ODP sudah tidak digunakan dalam istilah covid-19, masih selalu ada kasus di kab. Bone, covid sudah masuk di zona perkantoran, BUMN dsb, begitu juga yang dikhawatirkan pada dunia pendidikan.
SKB menteri manjadi beban berat bagi pemerintah terhadap pilhan kebutuhan dalam penyeimbangan kebutuhan belajar anak, pemerhati pendidkan sekalipun di zona hijau juga tidak menyetujui adanya pembelajaran tatap muka termasuk organisasi IDI, tayangan informasi covid di Indonesia tidak riil, belum ada indikator ditinjau secara epidemologi terhadap penentuan zona, Bone berada di atas 5% terjangkit melebihi standar yg telah ditetapkan oleh WHO, sekolah harus mempunyai data terkait guru dan siswa yang mempunyai penyakit penyerta, proses penularan covid yang perlu diwaspadai.
adanya peristiwa di lapangan terjangkitnya cluster baru bagi siswa yang mengadakan pembelajaran tatap muka (TTM), warga sekolah harus mempunyai kesiapan dalam pembalajaran tatap muka, pembelajaran dengan sistem kombinasi daring dan strategi lain, tuturnya “HAUS”
