Strategi Penyusunan Kisi-Kisi Instrumen di Sekolah
BONE, PEMBURU BERITA.COM – Kelompok Kerja Guru di Gugus 4 Kec.Tellu Siattinge, melakukan pertemuan membahas Kisi-kisi soal Penilaian Akhir Sekolah (PAS) dan Penjelasan Pengisian Instrumen PMP sebanyak 200 pertanyaan dari Aplikasi E-Supervisi Pengawas SD.
Pelaksanaan berKKG tersebut, bertempat di SD.Inpres 4/82 Lamurukung Kec.Tellu Siattinge 01 November 2020 lalu.
Adapun acara tersebut dihadiri Pengawas SD bersama Kepala UPT SD dan seluruh para guru se-gugus 4 Kec.Tellu Siattinge Kab.Bone .
Usman,S.Pd.,M.Pd selaku pengawas Kabupaten menyampaikan, bahwa apa yang kita bahas dan diagendakan pada hari ini, tentu sangat penting bagi kita semua terkhusus para guru-guru pengajar yang ada di Kecamatan Tellu Siattinge.
“Membahas soal kisi –kisi dan penilaian di akhir sekolah ini, ini sangat penting sekali. Apalagi masaalah pengertian penilaian. Dan juga didalamnya cara penyusunan kisi-kisi Instrumen. Tutur H.Usman,S.Pd.M.,M.Pd.
Selanjutnya, Pengertian penilaian dan Penyusunan Kisi-Kisi Insrtumen adalah,
Penilaian (assessment) merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Istilah penilaian sering dipahami secara rancu dengan dua istilah lain, yakni pengukuran (measurement) dan evaluasi (evaluation). Padahal ketiga istilah tersebut memiliki makna yang berbeda, namun saling berkaitan. Selain ketiga istilah itu, ada istilah keempat yang sering muncul juga, yaitu tes. Tes atau non-tes merupakan bagian dari kegiatan pengukuran. Menurut Ghufron (2015) hubungan antara tes, pengukuran, penilaian dan evaluasi dapat divisualisasi pada Gambar 1.1 berikut ini:

Berdasarkan di atas dapat dikatakan bahwa di dalam konsep evaluasi termuat konsep asesmen, pengukuran, dan tes. Evaluasi dapat terlaksana manakala telah dilaksanakannya kegiatan asesmen. Kualitas asesmen ditentukan oleh kegiatan pengukuran, yang salah satu bentuknya adalah tes.
penilaian menurut Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. “Tambahnya H. Usman.

Ditempat yang sama, Firman Syam, S.Pd selaku pendamping Pengawas sekalian operator sekolah menambahkan, bahwa ada tiga kata kunci dalam pengertian tersebut, yaitu proses pengumpulan, proses pengolahan, dan pencapaian hasil belajar. Proses pengumpulan informasi dilakukan dengan berbagai teknik penilaian, berbagai instrumen, dan berbagai sumber secara komprehensif. Proses pengolahan informasi dilakukan dengan teknik dan prosedur analisis sesuai dengan karakteristik penilaian. Pencapaian hasil belajar peserta didik harus dilihat sebagai suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan, bukan hanya diakhir suatu pembelajaran. Standar penilaian pendidikan tersebut juga menyebutkan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.”Tambah Firman Syam,S.Pd sebelum ada pertanyaan dari teman –teman guru yang hadir dalam pertemuan ini. (Haus)
