Harga eceran LPG 3 kg Yang Bersubsidi di Bone, Mencekik Warga Miskin.
BONE,PEMBURU BERITA.COM – Harga eceren tertinggi (HET) LPG 3kg meloncat dari modal Rp. 16.000 menjadi Rp. 20.000, Rp.22.000, 24.000 s/d Rp.25.000 per 3kg. dipengencer atau kios – kios yang menjual elpiji (LPG 3kg) bersubsidi, dan Ini sudah betul-betul mencekik Rakyat Miskin.
Rakyat menjerit lantaran harga kebutuhan emma-emma tidak bisa dibendung lagi.
Ini sudah jelas diduga ada permainan nakal antara Agen LPG 3 kg dengan pengencer / penjual kekonsumen yang ada di Bone.
Pemerintah Bone dalam hal ini dinas Perindag kab. Bone agar bisa ditertipkan soal harga eceran LPG 3kg yang beredar di Kios – kios penjual campuran di Bone.
“Saya cari gas LPG 3kg yang bersubsidi dari MH Tamrin sampai ke Bajoe, tidak ada yang dijual gas 3 kg. Kalaupun ada dijual gas 3kg, tapi harganya Rp.24.000 /1 tabung sampai harga Rp. 25.000.

Selanjutnya saya coba-coba ke pangkalan Jalan Mangga, sepertinya sudah habis untuk jata Orang miskin di Bone. Namun ada saya lihat disamping sebelahnya Pangkalan, katakanlah Kios penjual barang campuran, makanya saya coba- coba singga tanya -tanya harga ternyata harganya Rp.25.000. yang menjadi pertanyaan saya adalah, kenapa harga Gas LPG yang 3kg bersubsidi lagi bisa mencapai Rp.25.000. Dan pengencer tersebut yang menjual ke warga, siapa yang memberikannya..?. Dari mana LPG 3kg itu sampai bisa dijual disitu, ini sudah jelas ada dugaan permainan antara Agen/Pangkalan ke pengencer. ” Kata salah satu warga NJ saat ditemui dipenjual LPG saat mau beli gas Sabtu,16/1/2021.
“Ini sudah tidak benar cara menjual gas subsidi. Masa harga bersubsidi untuk Rakyat miskin dijual sampai semau maunya saja. Tolong kepada Pemerintah setempat diadakan penertiban soal harga LPG 3kg yang mencekik warga Miskin.”Tutur NJ sambil ngomel-ngomel. (Is)
