Calon Penumpang Kapal Ferry Bajoe – Kolaka Ricuh, Protes Tes Antigen
BAJOE,PEMBURU BERITA.COM – Calon penumpang kapal Ferry Bajoe-Kolaka ricuh di Pelabuhan Bajoe Selasa, 25 Mei 2021.
Puluhan calon penumpang yang hendak berangkat dari Pelabuhan Bajoe ke Kolaka teriak-teriak protes terkait tes antigen.
Aparat kepolisian dari Polsek Pelabuhan kewalahan menghadang para calon penumpang yang ricuh karena protes tes antigen dan genose.

Haerul salah satu Mahasiswa asal Kendari juga calon penumpang yang berada dilokasi saat kericuhan terjadi menyampaikan protes terkait perbedaan hasil tes antigen dan genose
Begitu juga para calon penumpang lainnya protes keras karena ada warga tes antigen dua kali dengan hasil yang berbeda. ” Kata Haerul
Haerul menambahkan, sebenarnya aturan ini sudah tidak berlaku lagi karena aturannya hanya berlaku sampai tanggal 24 mei 2021 saja. “Tambahnya Haerul.
Petugas Polsek Pelabuhan Bajoe masih sempat meredahkan kericuhan tersebut, dan para calon penumpang dan tidak ada korban jiwa. Namun Aparat kepolisian dari Polsek Pelabuhan kewalahan menghadang para calon penumpang yang ricuh karena protes tes antigen dan genose.
Hingga kini petugas kepolisian dari Polsek Pelabuhan melakukan penjagaan ketat di lokasi dan calon penumpang tetap lanjut antrian mengambil hasil tes Genose sebagai bahan kelengkapan untuk naik kapal menuju ke kolaka.


Setelah kericuhan selesai, salah satu Petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Muhammad Nur sempat menyampaikan ke awak media soal aturan syarat pemeriksaan sistem menggunakan alat Genoe yaitu, Calon penumpang harus dalam kondisi sehat dan mengantongi tiket, wajib berpuasa selama 30 menit sebelum pemeriksaan (Tidak makan, Minum dan merokok). Sedangkan tahapan tes Genose C19. Melakukan pengambilan napas yang dalam melalui hidung,. Menghembuskan melalui mulut sebanyak 3X (dilakukan dengan masker tertutup),. Pengambilan napas ke empat dihembuskan dengan meniup kedalam kantong udara secara penuh, dan segera tekan katup berwarna biru untuk menutup kantong udara.’Kata Muhammad Nur saat berbincang-bincang denagan awak media.

Muhammad Nur menambahkan, bahwa kalau kita menggunakan tes Genose, memang lain hasilnya kalau kita menggunakan tes Swab pada umumnya, karena biasa kita menggunakan tes Gonese hasilnya Positif, belum tentu Positif kalau di tes swab antigen. Begitu juga sebaliknya. Adapun tarif tes Genose hanya Rp. 40.000 saja sedangkan tes Antigen Rp. 140.000/orang, makanya ada kericuhan calon penumpang seperti ini” Tambahnya Muhammad Nur.
Terkait dengan kejadian itu, Media ini mencoba menemui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Bajoe dan Tim Satgas COVID-19 Bone, yang bertugas saat itu, namun tidak sempat ditemui berhubung karena ada pertemuan internal di kantor ASDP Bajoe secara mendadak. (Is)
