WASPADA !! BONE BERPOTENSI TSUNAMI DAN GEMPA BUMI, INI PENJELASAN
BONE, PEMBURU BERITA.COM – Warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan diimbau waspada bencana alam.
pernyataan ini disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Dray Vibrianto.
Menurutnya, ada patahan sesar perlu diperhatikan.
“Patut diwaspadai karena pergerakannya termasuk paling aktif di dunia,” jelasnya, Rabu (25/8/2021).
Ia mengatakan bahwa Bone memiliki dua bendungan besar.
Yakni Bendungan Ponre-ponre Kecamatan Libureng dan Bendungan Kecamatan Salomekko.
Pihaknya mengaku pernah melakukan simulasi apabila terjadi gempa.
“Dampaknya bisa menenggelamkan 10 desa dengan ketinggian maksimal 10 meter,” tutur Dray.
Untuk itu BPBD bekerjasama dengan pihak BMKG memasang empat unit pendeteksi gempa.
“Ada di Kecamatan Bontocani, Kecamatan Salomekko, Kecamatan Amali dan Kecamatan Tanete Riattang Timur Kelurahan Bajoe,” ungkapnya.
Dalam memantau aktivitas lempengan bumi, pemerintah Kabupaten Bone memasang dua wireless sistem.
“Jadi ini real-time jika terjadi gempa bumi,” tuturnya.
Menurutnya, kendala ia hadapi adalah tidak ada satupun alat yang bisa memprediksi akan terjadinya gempa.
“Akan tetapi jika daerah pernah terjadi gempa maka akan terjadi kembali,” katanya.
Selain itu, saat ini harus waspadai cuaca ekstrem akibat pemanasan global.
“Potensi gempa di Bone sangat mungkin terjadi karena daerah kita dilewati dua lempengan,” ujarnya.
Ada sesar Palu Koro pusatnya dari Palu yang ujungnya di teluk Bone.
“Ini berpotensi tsunami di Bone sepanjang pantai,” kata Dray.
Sedangkan sesar Waelanae, melewati Bontocani, Kahu, Patimpeng, Kahu, Salomekko dan Libureng.
Sesar tersebut merupakan sesar paling aktif di dunia.
“Bone sendiri punya riwayat gempa diatas 5 Skala Richter mengguncang Kecamatan Ulaweng,” ungkapnya.
Gempa terjadi pas di daerah patahan atau sesar.
“Antisipasi kami adalah memberi edukasi kepada masyarakat dan ada juga mitigasi,” katanya.
Ia berharap pemerintah betul-betul memperhatikan peta potensi bencana alam.
“Sehingga daerah-daerah rawan bencana bisa diadakan penanganan khusus,” kata Dray. (HAUS DKK
