Kabid Ketenagaan Diknas Bone Membantah Ada Kerjasama Salah Satu Media Cetak Masuk di Sekolah.
BONE,PEMBURU BERITA.COM – Berkaitan pemberitaan yang telah tayang beberapa bulan lalu dengan narasumber Sekretaris Diknas Bone yang berJudul “Sekretaris Diknas Bone: Jangan Menjual Nama Instansi, Media Cetak Tabloid Diknas Bone Tak Pernah Ada”
Rilis berita ini telah tayang di website www.pemburuberita.com dan di Media Cetak bulanan Pemburu Berita edisi Agustus Tahun 2021 silam. Namun berita ini Berulang lagi dan bahkan menjadi- jadi sampai di Tahun 2022 ini.
Untuk mencari tahu kasus ini, Wartawan pemburuberita.com berusaha menemui Hj. Wahidah,S.Pd.,MM Kabid Ketenagaan Diknas Bone, guna klarfikasi soal kejadian ini, namun ibu kabid tidak ada ditempat karena sibuk diluar kantor (sibuk mengikuti rapat di Sarlim Hotel).
Berselang beberapa menit, Ibu Kabid Ketenagaan sempat dihubungi lewat Telpon seluler, Alhamdulillah, bisa berkomunikasi dengan baik.
Menyinggung Media cetak Tabloid yang beredar di sekolah-sekolah, tentu ada hubungannya dengan ibu Kabid, karena namanya sering disebut sebut disekolah. Apalagi akhir-akhir ini, ketua K3S yang memegang peranan membagikan Media Tabloid itu ke masing-masing wilayahnya.
Menyebut nama salah satu pejabat Diknas Bone, agar Media yang ditawarkan oknum wartawan di setiap sekolah SD, bisa direspon pihak sekolah dan seakan-akan diduga ada kerjasama Kabid Ketenagaan Diknas Bone. Bahkan kalau Medianya tidak direspon, Oknum Wartawan tersebut Menelpon ibu Kabid agar terkesan bisa dikondisikan.
Mendengar bahasa ini, ibu Kabid ketenagaan Diknas Bone bantah semua apa yang diungkap sejumlah kepala UPT SD di lapangan.
“Saya pribadi selaku kabid ketenagaan diknas Bone, tidak pernah bekerjasama dengan pemilik Media cetak yang ada masuk disekolah khususnya di Sekolah dasar (SD). Walaupun sebenarnya memang pernah ada oknum wartawan meminta ke Kadis Pendidikan di jaman Ibu Hj.A.Syamsiar, agar medianya diminta disalurkan di sekolah-sekolah, dengan alasan tolong dibantu. Namun saat itu mantan ibu Kadis hanya mengatakan, silahkan saja selama pihak sekolah bisa mengondisikan media tersebut. Dengan catatan jangan ada terkesan dipaksakan apalagi di interveksi. Itu diluar tanggung jawab saya. “Begitu bunyi bahasanya mantan Ibu Kadis saat itu.
Jadi kalau kita kupas mengenai Media-media cetak bulanan yang masuk berlangganan disekolah-sekolah khususnya di SD, itu tidak ada masaalah, selama pihak sekolah tersebut membutuhkan media seperti itu. Jadi kalau ada oknum kepala UPT SD keluhkan dan merasa dirinya diintimidasi soal Media cetak bulanan yang ditebar di sekolah, itu tidak ada hubungannya dengan kami, dan tidak usah merasa takut kalau ada oknum wartawan menjual nama atas nama Diknas bone. Karena kami selaku pejabat tidak pernah sama sekali bekerja sama atau terlibat didalamnya. Itu kembali kepada pihak sekolah sendiri. Karena dana Bos yang dipakai disekolah, itu semuanya pihak sekolah yang kelola dan mempertanggung jawabkan ke BPK pusat. Sedangkan tugas kami hanya sebatas pengawasan saja dalam penggunaan Dana BOS. Tidak mencampuri apalagi mengatur rumah tangga sekolah. Tutur ibu Hj.Wahidah,S.Pd.,MM saat dikonfirmasi lewat telepon seluler nomor hp 081342484855 Selasa,29/3/2022.
Dari semua pernyataan diatas, kabid Ketenagaan Diknas Bone akan berusaha menemui yang bersangkutan yang dianggap diduga sering menjual nama saya di sekolah – sekolah. Apalagi menjual nama saya dengan maksud kepentingan Medianya.
Adapun masaalah media cetak yang masuk dan atau yang berlangganan disekolah – sekolah, itu terserah kepada kepala UPT SD masing-masing. Apalagi ada bahasa mau ditakut-takuti agar medianya bisa dikondisikan. Itu sama sekali tidak benar dan tidak pernah ada seperti bahasa itu.”Tutup Kabid Ketenagaan. (Is)
