Sekretris Diknas Bone: Platform Mengajar Sebetulnya Bone Masuk Katagori Rendah
MANURUNGE,PB.COM – Bimbingan Teknik (BImtek) Pendampingan Pemanfaatan Platform Rapor Pendidikan Daya Sekolah dan Platform Merdeka Belajar BA BUN yang melaksanakan oleh Balai Besar Peningkatan Mutu Pendidikan (BBPMP).
Tujuan dari BBPMP itu adalah untuk melaksanakan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Pelaksanaan ini bertempat di Ruang kelas III b SDN 10 Manurunge Jalan Andalas Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone Sulawesi Selatan pada hari Jum’at tanggal 28/10/2022.
Tim BBMPP dari Makassar Sulawesi Selatan selaku pamateri M. Busroh mengatakan, sebenarnya ini sudah masuk tahap tiga, namun baru kita lakukan bimtek BBPMP tahap satu di Kabupaten Bone ini. “Tuturnya.

Kepala Dinas Kabupaten Bone yang mewakili Sekretaris Drs. Nursalam, M.Pd dan didampingi Kabid Ketenagaan Diknas Bone Dra.Hj.Wahidah hadir untuk membuka Bimtek tersebut beserta para kepala UPT SD dan SMP sekabupaten Bone.
Sekretaris Diknas Bone Drs.Nursalam.M.Pd dalam sambutannya mengatakan, bahwa yang kita mau laksanakan ini adalah pendampingan platform merdeka belajar. Adapun dua hal ini yang disiapkan kementrian, teman-teman sudah memanfaatkan, meskipun tidak maksimal.
Sebenarnya kalau menyinggung soal kualitas Platfon merdeka belajar, kita ini masuk katagori rendah. Karena selama ini, kita hanya mengimbau kepada teman-teman hanya masuk keluar di Platfon merdeka belajar, sepertinya kurang diperhatikan. Jadi kedepannya nanti kita akan uji kompotensi semua guru untuk materi Literasi dan Numerasi
Kalaupun ada info seperti ini, pastilah semua guru belajar bila mau ujian. Kemudian yang kedua, pasti teman-teman masuk di Platfon mengajar, jadi perdesember nanti kita akan melakukan uji kompetensi, ini berlaku semua guru dan mata pelajaran. Kecuali kepala sekolah.”Kata Sekretaris.
“MenurutĀ Sekretaris, masih banyak dari teman-teman guru belum memahami yang namanya Numerasi dan Literasi. Disitulah Kelemahan kita, karena teman-teman kurang paham bagaimana membuat model matik-matik yang bisa menterjemahkan cerita dalam bentuk kalimat matik-matika dalam bentuk Numerasi.”Jelas Nursalam.
Rapor platfon pendidikan, saya kira kita semua sudah dilihatmi raporta. Yang selama ini tidak pernah memamerkan yang namanya rapor, yah mungkin kita merasa nilainya rendah atau bagaimana. Olehnya itu untuk mempersiapan uji kompetensi kedepan, teman-teman guru segeralah belajar masuk di platfon merdeka belajar.”katanya Sekretaris Diknas Bone.
Penulis: Iskandar
