HUT PGRI ke 77 & Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2022 di Kabupaten Bone, Jalanan Masuk Gor Macet Total.
BONE,PB.COM – Pelaksanaan Upacara HUT PGRI ke 77 dan Hari Guru Nasional (HGN) dipusatkan di Stadion Gedung Olah Raga Lapatau Watampone pagi pukul 07 wita sampai selesai Minggu 4 Desember 2022.
HUT PGRI ke 77 & Hari Guru Nasional (HGN) tahun ini, Ribuan personal Guru yang ada di Kabupaten Bone memadati Stadion Lapatau Watampone, bahkan jalanan jalur dua masuk ke Stadion macet total akibat memakir kendaraan roda dua maupun Roda empat dari peserta yang hadir di 27 kecamatan kabupaten Bone hadir di stadion untuk mengikuti upacara HUT PGRI dan HGN.
Momen pelaksanaan HUT PGRI & HGN ini, barusan terjadi kemacetan total sepanjang jalan masuk Stadoin Lapatau Watampone . Momen Ini menambah sejarah terbesar kegiatan yang pernah ada di Kabupaten Bone.

Upacara HUT PGRI ke 77 dan Hari Guru Nasional (HGN), hadir Mantan Menteri Pertanian Republik Indonesia periode 2014-2019, Amran Sulaeman, ketua Ikatan Alumni Unhas, Wakil Bupati Bone juga selaku ketua PGRI Kabupaten Bone, Danrem 141 Toddopuli (mewakili), Ketua DPRD, Dandim 1407 Bone, Kapolres Bone, Kajari Bone, Ketua Pengdilan Negeri Watampone, Sekretaris Daerah, Ketua Pengadilan Agama, Desatemen POM, Rektor IAIN, Pimpinan Perguruan Tinggi sekabupaten Bone, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi selatan bersama dengan jajarannya, Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, bersama dengan jajaran Dinas Provinsi Sulawesi selatan, Prof. DR. H. Murti Jedawi,SH,.M.Si,.MH selaku Pimpinan IPDN wilayah Sulawesi Selatan, yang mewakili Wilayah Provinsi Sulawesi selartan, beserta pimpinan OPD, bagian staf ahli, asisten dan para Camat sekabupaten Bone, para kepala sekolah, pegawai, penili kabupaten bone.
Pelaksanaan upacara HUT PGRI ke 77 & HGN, Bupati Bone DR.H.A. Fahsar M Padjalangi,M.Si membacakan rilis dari amanah menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang berbunyi:
“Memberikan layanan terbaik bagi pendidik dan peserta didik, plapon merdeka mengajar akan meluncurkan awal ini dan sepenuhnya kami rancang untuk memenuhi kebutuhan guru kemajuan untuk belajar dan berkolaborasi guru tersebut, dan kami buat berdasarkan kebutuhan yang ada dilapangan. Bukan berdasarkan keinginan kami, ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam negeri.
Dalam pelaporan merdeka mengajar, guru bisa mengakses pembelajaran guru, mengundang dan mengakses konten-konten, baik pembelajaran koneksi dengan rekan-rekan sesama guru dari daerah lain.
Guru di Aceh sekarang belajar dari guru di Papu, Guru di Kalimantan menginspirasi guru-guru yang ada di pulau Jawa.

“Saya berterimaksih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna plapon merdeka mengajar bagi guru mau mencoba yang tidak takut untuk berinovasi dan sadar, paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi. Kami juga membuka kesempatan untuk menghasilkan generasi baru pimpinan pendidikan Indonesia, mereka adalah guru yang menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya yang mampu menjadi mentor bagi guru-guru lainnya, dan berani melakukan terobosan-terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik untuk muridnya.
Inilah generasi baru kepala sekolah dan pengawas. Sekarang sudah ada 50 ribu guru penggerak dan tentunya kami masih ada terus mendorong, sekarang makin banyak guru di Nusantara untuk menjadi guru penggerak. Untuk memimpin roda perubahan pendidika Indonesia, saya sangat berharap agar seluruh kepala daerah dapat segera mengangkat para guru penggerak untuk bisa menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah, para inovator disekolah dan lingkungan sekitar.
Begitu pulah dengan program persiapan masa depan kita khususnya melalui peraturan program pendidikan kita melalui Prajabatan yang kini mengedepankan metoda dan menyataka guru.
Mewujutkan kemerdekaan belajar , bentakan kapal pribadimu tanpa mengenal lelah untuk menghadirkan inovasi dan transformasi, mewujudjkan merdeka belajar seluruh penjuruh Nusantara.
Setelah Penutupan Upacara HUT PGRI ke 77 & HGN, mantan meteri Pertanian RI periode 2014-2019, A. Amran Sulaeman meberikan sumbangan sebagai tanda hadiah HUT PGRI&HGN senilai Rp.100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) ditambah satu juta lagi sebagai hadiah personal seorang guru SMP dari Kecamatan Libureng, yang menganggap mantan gurunya saat masih duduk dibangku SMPN Libureng Kabupaten Bone. Uang yang satu juta ini, Katanya mantan meteri itu untuk uang pembeli coto dalam candanya.
Penulis: Iskandar
