Acara Mappadengngeng, Membasmi Hama Babi Dengan Cara Berburu di Mattiro Walie.

MATTIROWALIE,PB.COM – Babi hutan termasuk hama berukuran besar yang menjadi masalah serius pada sektor pertanian dan kehutanan di berbagai negara di belahan dunia. Babi hutan memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi dan dapat hidup diberbagai habitat.

Keberadaan mereka menjadi ancaman besar bagi tanaman yang dibudidayakan. Apalagi cara hidup babi hutan itu, secara bergerombol, sehingga ketika menyerang tanaman, menyebabkan masalah yang cukup serius.

Seperti yang dilakukan sekelompok warga Dusun Palopo Kelurahan Mattiro Walie Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.

Acara Mappadengeng ini mengundang beberapa Desa yaitu, Desa Lampoko, Desa Lemoape, Desa Carebbu, Desa Mico, Desa Bacu, Desa Pasempe, Desa Congko, dan Desa Usa, untuk bergabung dan secara bergotongroyong bersama – sama untuk melakukan perburuan hama babi di hutan.

Dari beberapa Desa yang bergabung dalam acara Mappadengngeng tersebut diharuskan membawa anjing untuk berburu hama babi, guna untuk ikut serta membantu berburu, dan Acara berburu hama babi atau biasa di kenal dengan maddengeng terlaksana mulai jam 08.00 sampai jam 12.00 siang hari Minggu, 17/9/2023.

Adapun acara Mappadengngeng ini diketua oleh Dg. Amire atau biasa disebut Ponggawae warga Cabalu selaku tuan rumah pelaksanaan Mappadengengeng, dan didampingi SAHA adalah salah satu warga kampung congko.

 

Menurut Ketua Mappadengngeng DG. AMIRE mengatakan, bahwa acara perburuan hama babi memang ada waktunya dan musimnya. Karena hama babi itu sangat merusak tanaman Masyarakat, apalagi Babi hutan memiliki cakar yang tajam, yang digunakan untuk membuat lubang untuk mencari makanannya. Tanaman umbi-umbian seperti talas, ubi, dan kentang menjadi sasaran utama hama ini. Jadi penanganan yang terlambat akan membuat tanaman rusak hingga gagal panen.

“Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengatasi hama babi, namun cara kita ini seperti berburu, mungkin lebih efektif dan hoby apalagi sambil ngumpul ngumpul bersama warga dari lain Desa, mungkin dengan cara ini lebih asyik dan menyenangkan.” Kata Saha dari salah satu warga pemburu hama babi saat ditemui dilokasi.

SAHA menambahkan, ada sekitar 8 hama babi yang kami berhasil tangkap dalam keadaan mati, bahkan ada juga yang ditangkap dalam keadaan luka – luka bahkan ada yang sempat lolos dari tangkapan yang masi hidup.” Ucap SAHA.

Adapun hama babi yang sudah ditangkap, akan diberikan kepada warga yang terlibat memburu hama babi dan akan diberikan ke anjingnya masing-masing untuk disantapnya. (Jusman)

 

 

 

 

admin

PT. MEDIA PEMBURU BERITA SK Menteri Hukum & HAM AHU: 0031538.AH.01.01.TAHUN 2019 Nomor Induk Berusaha (NIB): 9120000780489 NPWP PERUSAHAAN : 91.916.307.1-808.000 DIREKTUR UMUM; ISKANDAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *