PEMANTAPAN PENYUSUNAN RPP DAN PENILAIAN PENGAWAS SD KAB.BONE
WATAMPONE, PEMBURU BERITA.COM -Pemantapan Materi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dipandu Ketua APSI Drs.A.Rahman, acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2019 mulai pukul 08.30 WITA Samapi 13.00 Wita bertempat di Slamic Senter Watampone , dihandel oleh Drs. A.Rahman untuk memandu ketiga Pemateri Pengawas SD untuk menpersentasekan RPP K13 mulai Kelas awal, Matematika dan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP )
Acara tersebut dihadiri Pengawas SD Kab.Bone, dibuka oleh ketua KKPS Kab.Bone Drs.A.Suradi, M.Pd mengatakan bahwa.Pemantapan persiapan menghadapi pelatihan K13 Kepala sekolah dan guru untuk memoersiapkan pengawas SD memberi Bimbingan Teknis (Bimtek) K13 tahun Pelajaran 2019/2010

Adapun Pemateri Pertama Ferawati, S.Pd.,MM yang dibawakan RPP Kelas awal SD tentang Tema Kegiatan Pembelajaran
Pemateri kedua Amir N, S.Pd tentang Mata pelajaran Matematika, diawali Kecakapan Abad ke 21, hingga proses, Sintaks dan model-model Pembelajaran :
Model pembelajaran yang sesuai dengan isi dalam permendikbud nomor 103 Tahun 2014 dan permendibud nomor 22 Tahun 2016 adalah model pembelajaran yang bukan berbasis ceramah atau hafalan, tetapi model pembelajaran yang berbasis aktivitas dan kreativitas, menginspirasi, menyenangkan dan berprakarsa, serta lebih mengacu pada makna ‘alami, sesuai fitrah manusia’ yaitu: terpusat pada peserta didik, autentik, kontekstual, dan bermakna bagi kehidupan peserta didik sehari-hari. Model pembelajaran yang dimaksud, misalnya discovery learning, project-based learning, problem-based learning, dan inquiry learning.

Menurut permendikbud nomor 22 Tahun 2016, bahwa untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antar matapelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian, seperti model discovery atau inquiry learning. Sedangkan untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah,

1. Model Discovery Learning.
Model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari tahu tentang suatu permasalahan dan menemukan solusinya berdasarkan kepada hasil pengolahan informasi yang dicari,
Langkah model pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut;
a. Stimulation (memberi stimulus); guru memberikan stimulan, untuk diamati peserta didik agar mendapat pengalaman belajar,
b. Problem Statement (mengidentifikasi masalah); merupakan kegiatan peserta didik dalam menemukan permasalahan apa saja yang dihadapi,
c. Data Collecting (mengumpulkan data); mencari dan mengumpulkan data/informasi yang dapat digunakan untuk menemukan solusi pemecahan masalah yang dihadapi.

d. Data Processing (mengolah data); peserta didik mencoba dan mengeksplorasi kemampuan pengetahuan konseptualnya untuk diaplikasikan pada kehidupan nyata,
2. Problem Based Learning (PBL)
Model pembelajaran ini bertujuan merangsang peserta didik untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari,
Langkah-langkah pembelajaran PBL adalah sebagai berikut:
a. Mengorientasi peserta didik pada masalah; Tahap ini untuk memfokuskan peserta didik mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran.

b. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran; Pengorganisasian pembelajaran merupakan salah satu kegiatan dimana peserta didik menyampaikan berbagai pertanyaan (atau menanya) terhadap masalah yang dikaji.
c. Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok; Pada tahap ini peserta didik melakukan percobaan untuk memperoleh data dalam rangka menjawab atau menyelesaikan masalah yang dikaji.
3. Project Based Learning (PjBL)
Model pembelajaran ini bertujuan untuk pembelajaran yang memfokuskan pada permasalahan kompleks yang diperlukan peserta didik untuk memahami pembelajaran melalui investigasi, kolaborasi dan eksperimen dalam membuat suatu proyek, serta mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum.
Langkah pembelajaran dalam project based learning adalah sebagai berikut;
a. Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek. Tahap ini sebagai langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada.
b. Mendesain perencanaan proyek. Sebagai langkah nyata menjawab pertanyaan yang ada, disusunlah suatu perencanaan proyek bisa melalui percobaan.
c. Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek. Penjadwalan sangat penting agar proyek yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target.
d. Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek. Guru melakukan monitoring terhadap pelaksanaan dan perkembangan proyek. Peserta didik mengevaluasiproyek yang sedang dikerjakan.
4. Model Inquiry Learning
Model pembelajaran Inkuiri merupakan suatu kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistemik, kritis, logis, dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya.
a. Mengamati berbagi fenomena alam yang akan memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik bagaimana mengamati berbagai fakta atau fenomena.
b. Mengajukan pertanyaan tentang fenomena yang dihadapi untuk melatih peserta didik mengeksplorasi fenomena melalui berbagai sumber.
c. Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban dapat melatih peserta didik dalam mengasosiasi atau melakukan penalaran terhadap kemungkinan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.
Pemateri ketiga Madeali, S.Pd, RPP PABP materi Agama Islam surah-surah pendek,
Pemateri keempat Drs.A.Suradi, M.Pd mengatakan penilaian K13 lebih utama perlu dipahami mulai Kompetensi Inti satu Nilai sikap spritual, KI dua Sikap sosial, KI tiga Pengetahuan dan KI empat Keteramoilan, berbagai aplikasi melalu dasari Exel untuk memberi kemudahan para guru kelas memasukkan nilai siswanya berdasarkan tema yang baik dideskripsikan dari KI tiga hingga KI empat hingga tuntas.
Penulis: (HAUS)
