SD Inp. 10/73 Tanete, Pertama Laksanakan Full Day School di Kec. Cina Kab. Bone
CINA, PEMBURU BERITA. COM-Sistem jam sekolah full day school beberapa waktu lalu marak diperbincangkan. Ada pihak yang mendukung karena melihat keuntungan dan manfaatnya untuk anak didik kita, tapi ada pula juga yang menentang. (Pro kontra) soal Full Day school.

Apa pendapat khusus SD Inp. 10/73 Tanete, tentang “Full Day School” Baik untuk Anak Sekolah …..?
Full day school adalah sistem KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang dicanangkan oleh Kemendikbud RI pada tahun 2017 silam. Dari sisi arti harfiahnya, full day school berarti sekolah satu hari penuh. Definisi inilah yang masih sering disalahpahami oleh khalangan ramai.
Full day School, kegiatan belajar mengajar dari sistem ini tidak berlangsung nonstop dari pagi hingga malam. Pada rilis Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 dijelaskan bahwa full day school artinya hari sekolah harus berlangsung 8 jam per hari, yaitu dari Hari Senin sampai Jumat mulai pukul 06.45-15.30 WIB, dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali. Durasi KBM ini juga sesuai dengan kurikulum tahun 2013.

Menurut pendapat Sultan,S.Pd selaku Guru pengajar sekalian Pembina Pramuka SD Inp. 10/73 Tanete mengatakan, manfaat full day school dari aspek siswa diantaranya berlakunya pembelajaran tuntas artinya sudah tidak ada lagi PR, siswa mendapatkan lebih banyak asupan materi dan praktek, seperti sholat berjamaah dan makan lebih teratur dan pelaksanan kegiatan ekstrakulikuler berjalan dengan baik. Jadi untuk aspek orang tua. Full day school meringankan beban orangtua apalagi orangtua yang bekerja sampai sore, dimana aktivitas anak lebih mudah diawasi oleh orangtua, bagi orangtua mengganggap sekolah sudah bagian dari mereka karena sudah terbiasa datang kesekolah. Jadi untuk aspek guru meringaknkan beban mengajar apalagi berhubungan dengan kewajiban ceklok. Memiliki waktu lebih banyak untuk membuat administarinya. Dan memiliki waktu dua Hari untuk berkumpul dengan keluarga. Jadi dengan kegiatan full day School yang kami rasakan banyak bakat dan minat anak yang selama ini tidak muncul, sekarang dapat dikembangkan dengan berbagai kegiatan ekstra. Itupun Orangtua pun merasa bangga melihat anaknya mendapatkan prestasi” Kata Sultan saat ditemui dikediamannya sepekan lalu.
“Sekolah juga bisa melakukan sistem sekolah full day school ini secara bertahap, tidak harus langsung. Tidak lupa juga harus disesuaikan dengan kemampuan, fasilitas, dan sumber daya manusia di masing-masing sekolah.

Karena Sistem full day school dibuat untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan cara menunjang proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara lebih menyeluruh serta menjangkau setiap aspek dari perkembangan akademis siswa.
Apalagi meningat siswa akan menghabiskan waktu yang lebih banyak di sekolah, mereka diharapkan tidak hanya akan mendapatkan proporsi pendalaman teori yang lebih banyak tapi juga lewat aplikasi ilmu secara nyata “Tambahnya Kata Sultan, S.Pd dengan jelas.

Begitu juga apa yang diungkap Kepala UPT SD Inp. 10/73 Tanete Marjuni,S.Pd, bahwa Pemerintah mengharapkan aktivitas sekolah seharian penuh seperti ini yang dapat menghadirkan cara belajar yang menyenangkan, interaktif, dan praktis. Sekolah bukan hanya tempat tatap muka sambil duduk belajar saja, namun kegiatan belajar mengajar di kelas, peserta didik juga akan mendapatkan waktu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mendukung keterampilan emosional, psikologis, serta sosialnya. Contohnya, ekskul mengaji (jika di sekolah islam), pramuka, palang merah, atau jenis ekskul lainnya terkait minat seni dan olahraga “Ucap Marjuni,S.Pd.

“Kepala UPT SD Inp. 10/73 Tanete menjelaskan soal Full Day School disini, bahwa Pemerintah juga menganjurkan kegiatan belajar mengajar diisi dengan kegiatan menyenangkan lain yang berhubungan dengan pendidikan. Misalnya karyawisata ke museum untuk belajar budaya bangsa, menghadiri pertunjukan seni budaya, sampai menonton atau terlibat dalam kompetisi sportif. Selain itu, sistem sekolah satu hari penuh dicanangkan untuk mencegah dan menetralisir kemungkinan siswa terlibat dalam kegiatan-kegiatan nonakademis yang menjerumus pada hal negatif.
Belajar satu hari penuh artinya setiap materi ajaran akan dikupas secara lebih mendetil dan menyeluruh dan Jika yang tadinya satu mata pelajaran hanya berlangsung 1-1,5 jam dalam sehari, full day school memungkinkan adanya penambahan jam pelajaran sampai 2,5 jam sehari.

Para guru juga bisa punya waktu lebih untuk membuka sesi tanya jawab dengan siswanya demi memastikan semua betul-betul memahami materi pelajaran.
Salah satu tujuan sekolah satu hari penuh adalah untuk menjamin anak-anak terhindar dari kegiatan-kegiatan di luar sekolah yang berbau negatif. Terlebih tidak semua orang tua punya waktu untuk mengawasi anaknya sehabis pulang sekolah.

Setelah jam sekolah usai, kemungkinan anak akan tetap menghabiskan waktunya untuk ikut ekskul di lingkungan sekolah dan juga tetap di bawah pengawasan guru sehingga ortu tak perlu cemas lagi anaknya keluyuran sampai malam.
Jadi dengan full day school, jadwal KBM dipadatkan untuk 5 hari saja (Senin-Jumat) sehingga sekolah tidak perlu lagi mewajibkan siswa masuk sekolah pada hari Sabtu. (Is).
