BIMTEK SUPERVISI TINGKAT KABUPATEN BONE TAHAP II TAHUN 2019 LPMP PROVINSI SUL-SEL
WATAMPONE,PEMBURU BERITA.COM- Bimbingan Teknis Supervisi Pengawas SD,SMP dan SMA, SMK Tingkat Kabupaten Bone Tahap II Tahun 2019 dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Sulawesi Selatan, sebagai ketua panitia pelaksana Kepala Bidang Ketenagaan Drs.Ibrahim Yukkas, ST., M.Si melaporkan bahwa kegiatan ini, selama tiga hari bersama dalam mengikuti kegiatan Bimtek Supervisi tahap II mulai hari jumat, 01 November s.d, 03 November 2019 lalu.

Sediahnya undangan dihadiri seluruh pengawas SD,SMP dan SMA,SMK , yang awalnya kita undang berdasarkan data Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) 102 orang tetapi sudah ada yang masuk purnabakti, ada yang sudah mendahului kita, sehingga yang kami undang 96 orang termasuk pengawas SMA, SMK . Berdasarkan catatan daftar hadir masuk dipanitia, terakhir yang hadir 91 orang, ada 5 orang tidak ikut, dan dua orang diantaranya pensiun di bulan Desember 2019, 1 orang umrah dan 2 orang yang diketahui sakit.
Dalam pelaksanaannya, dilaporkan bahwa dibagi dalam 5 kelas, 4 kelas Pengawas SD, ditambah gabungan SMP, SMA dan SMK kelas 5,. Lanjut Ketua Panitia Pelaksana mengatakan adapun jadi laporan tugas-tugas teman Pengawas Sekolah dalam hal pelaksanaan supervisi mutu itu, 70% sudah masuk, jadi masih ada PR kita 30%, setelah kegiatan ini, mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama teman-teman yang punya PR ini segera kita selesaikan in syaa Allah. “Ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kab.Bone diwakili Sekretaris Drs. Nursalam, M.Pd mengatakan apapun yang kita ikuti, karena kegiatan Bimtek masuknya laporannya baru dikatakan keberhasilan semu, keberhasilan intinya adalah Bagaimana berbuat pada saat berada disekolah binaan masing-masing, yang dibutuhkan sebetulnya adalah komitmen melaksanakan setelah berada di sekolah binaan, kalau komitmen kita rendah tidak bisa diharapkan menurut Prof.Dr Hamsah Upu, M.Ed yang dikatakan sekretaris dinas Pendidikan Kab.Bone ” ada 4 hal komitmen yaitu
1) Komitmen politis artinya (yang penting hadir, sudah tanda tangan absen, materi tidak ada urusannya), saya berharap Bapak/ibu tidak berada dikomitmen ini tegasnya sekretaris dinas pendidikan.
2) Komitmen Intelektual artinya ( pintar berdiskusi, pokoknya ide paling banyak, pada saat ditempat tugas tidak ada dikerja, karena mereka yang hadir disini hanya mau tahu saja jauhkan itu kata sekretaris dinas Pendidikan. setelah dia tahu, tidak mau urus orang lain).

3) Komitmen Nasionalis artinya berbuat untuk orang lain kehadiran kita di Bimtek evaluasi ini, terbayang guru-guru di sekolah binaannya bagaimana memperbaiki mereka!
4) Komitmen Spritual menurut Prof Dr.Hamsa Upu, M.Ed yang paling tinggi hanya mengharapkan keridhoan Allah SWT.
Lanjut Sekretaris Dinas Pendidikan Drs Nursalam, M.Pd, mengharapkan pelatihan ini, kita bisa perdalam di Kelompok Kerja Pengawas Sekolah ( KKPS ) masing-masing, ada pertemuan bulanan, kalau bisa ini, diperdalam pertemuan KKPS, kita bisa berbagi pengalaman, kita sudah berada di era 4.0 artinya kalau disura bawah Lektop’ minimal bawa saja, akan bisa membuka dan mengcopy saja dulu akan akhirnya di pahami dulu, jangan pikir tidak lama lagi pensiun, anak-anak yang kita hadapi hari ini, masa depan bangsa tanggung jawab kita semua, memantau sekolah binaannya dalam proses pembelajarannya, jangan menjadi K13 itu hanya Roster yang berubah, napasnya K13 tidak terlaksana.
Lanjut Sekretaris berharap bagi sekolah pelaksana Full The itu pembinaan karakter, apa jadinya anak berkeliaran guru pulang, siswa yang bertengkar, nanti ia balik ketika mau bercekloc. Sekretaris mengajukan pada teman-teman pengawas sekolah, bagaimana kalau kita berkorban kembali enam hari tetapi kita kembali kepada bapak dan ibu Pengawas, berkaitan pemanfaatan full they sebetulnya hanya jam dipadatkan jadwal saja. jadi intinya, bagaimana anak bisa belajar lebih efektif diharapkan sekolah pagi kita perdalam ketingkat KKPS untuk diskusikan ini harapnya.

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan kata sambutannya sekaligus menutup kegiatan Bimtek Supervisi beliau mengatakan salah satu tugas pertama dan utama harus bersinergi hal mengawal aktualisasi supervisi Pengawas Sekolah.
Pada saat penyerahan di Dirjen Nasional begitu terbaca nilai tidak ada kebohongan diantara kita, yang dilakukan di sekolah adalah 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) diluar dari pada itu, hanya tugas tambahan, penjaminan mutu ini, secara regulasi sudah tiga tahun perjalanan hari ke 33 selama 40 hari se Sul-sel yaitu Makassar, enrekan, dan Bone titip pesan jangan Asal Bapak Senang (ABS) sampai sesungguhnya mengkroscek kinerja, Kenapa. Bapak harus selalu turung ke sekolah binaan.
Persoalan ini, saya bersungguh-sungguh tidak cukup diniatkan tetapi butuh proses, saya tidak mengkwatirkan dari teman dari LPMP apa lagi ada pak Kabag instruktur, tetapi disini harus ada pemain bayaran yang punya pengalaman, talenta, tetapi saya yakin ada kabag orang Bugis berada di sul-sel, menyampaikan hajatnya ada sms, menitip undangan. Apa yang harus bilang ini, kegiatan ini sangat bersungguh-sungguh tidak cukup dengan niat, tetapi mari kita buktikan kesungguhan para peserta Bimtek Supervisi tahap II tahun 2019 Kab.Bone.
Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang standar dinyatakan SNP, tiap satuan pendidikan Formal dan non formal wajib melaksanakan penjaminan mutu pendidikab, karena SPMI itu bahagian mutu pendidikan yang dilaksanakan secara sistematis secara hostik dan berkelanjutan hanya sekolah model, makanya tahun 2019 kita harapkan semua satuan pendidikan ia sekolah model, sekolah zonasi, sudah wajib melaksanakan namanya SPMI, ini amanah peraturan pemerintah bahkan amanah Undang-undang, dalam Rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Satuan Pendidikan ia sudah melakukan SPMI, kemudian tahun 2019 diperkuat jaringan praktik-praktik yang baik pada pembelajaran penilaian dan eskul.
Semua pengawas wajib memahami yang namanya SPMI pasti sudah kompoten dia sudah pahami, dia sudah memiliki, ketika melakukan pola supervisi adalah standar isi indikatornya ada 3, standar penilaian indikatornya 5 , standar pengelolaan ada 4, standar Sapras indikatornya ada 3, standar Pendidikan Tenaga Kependidikan (PTK) dan pembiayaan Indikatornya ada 3, sudah melakukan Pembiayaan peserta didik.
Dirapor mutu ada 5 warna, Ada warna merah (menuju SMP 1 interval 0 – 2.04, ada warna kuning menuju SMP 2 Interval 3.00, – 5,06, ada warna hijau menuju SMP 3 dan ada hijau Menuju SMP 4, Pertahankan, Ada warna biru mudah menuju SMP 4 pertahankan.kalau ada hafal lagu pelangi itu rapor mutu tambahnya para Instruktur Drs Suardi, M.Pd Dkk LPMP Provinsi Sul-sel. . “HAUS”
