PEMBUKAAN TRANING OF TUTOR PKBM ISLAM SIPAKATAU KAB. BONE
WATAMPONE, PEMBURU BERITA.COM- Pembukaan training of Tutor (TOT) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) Sipakatau Kec.Tellu Siattinge Kab Bone, dilaksanakan pada tanggal 02/02/2020 bertempat di Hotel Sarlim Jl.Dr.Wahidin Sudiro Husodo Watampone,
Laporan Ketua Panitia
peserta training of Tutor tercatat 22 peserta dana yang kami kumpulkan adalah sumbangsi dari pembina Sipakatau dan sumbangsi dari panitia /orang tua siswa,
Sambutan Pembina Yayasan PKBM Sipakatau A.Rahmatullah, AM.,SE
mengatakan, tahap-tahap yang kita lakukan mengahadapi peserta dan orang tua siswa, nilai etis, makna etika dalam kehidupan, banyak pemimpin memiliki kecerdasan emosional pada peserta didik itu,
sebuah lembaga naungan pendidikan formal dan non formal, ada tanah yang sudah dibeli milik PKBM Sipakatau, pemuda diperdayakan
kurang lebih 9 tahun punya visi dan misi yang sama,
Acara tersebut dibuka oleh Camat Tellu Siattinge diwakili Kasi Pemerintah H.A.Aman, S.Pd., M.Si, mengatakan pendidikan tiada hentinya long live education artinya pendidikan seumur hidup,
Kepala Bidang PLS : Surianto, S.Sos.
Pengarahannya mengatakan Kepala bidang PAUD bermitra PKBM, dua kantor PLS dan SKB Ka.Bone. PNF ada prinsip kapan saja dimana saja, siapa saja dan bisa diambil ketika terampil. Anda mau mengajar di paket A dan B, PKBM harus terakreditasi, prinsipnya anda perlu tahu pls, kalau paket C tentu sarjana. harus geluti keahlian sekarang, sebagai saran anda itu mengabdi ke masyarakat, cukup pengabdian, dengan keihlasan, setiap kegiatan diberikan dari pemerintah sudah rinci sedemikian untuk masyarakat, dengan ke ihlasan akan dibalas Oleh Allah SWT.
dulu sasarannya Membaca Menulis dan Berhitung (Calistum), keaksaraan Fungsional, sekarang keaksaraan dasar, kalau paket B dan C setelah berjalan tiga bulan banyak yang keluar. tenaga PNF selalu kita tabah niat ikhlas, peserta dianggap semua teman, biar salah diberi jempol. Kegiatan ini semoga bisa berlanjut mengangkat harkat dan martabat PKBM Kab.Bone Insya Allah.
Setelah pembukaan dilanjutkan materi “Metode dan media pembelajaran pada pendidikan kesetaraan Paket A. B. C” yang dibawakan Pembina PKBM Sipakatau Kec.Tellu Siattinge Kab Bone H.Usman, S.Pd., M.Pd dalam paparan materinya mengatakan:

Metode dan media pembelajaran adalah strategi dan keterampilan yang dimiliki pendidik dalam penerapan nilai-nilai pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan perangkat dan kelengkapan pembelajaran yang harus dimiliki dan diaplikasikan pendidik dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan melalui ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Makna metode dan media pembelajaran suatu pembelajaran yang menyenangkan dan menghasilkan prestasi belajar yang maksimal oleh peserta didik apabila dalam kegiatan pembelajaran sudah sesuai antara metode dan model pembelajaran yang tepat, materi yang diberikan dengan kondisi peserta didik sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran peserta didik merasa nyaman tidak bosan.
Strategi adalah : perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, misalnya ; Pembelajaran langsung,
Pembelajaran discovery.
Metode adalah : upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata untuk mencapai tujuan secara optimal, misalnya ; Metode ceramah, Diskusi, dan Tanyajawab, Untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal hidup manusia. Untuk mewujudkan insan yang cerdas, kompetetitif dan berkarakter melalui pewarisan nilai-nilai budaya.

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah seperti : Pendekatan pembelajaran,
Strategi pembelajaran, Metode pembelajaran,
Teknik pembelajaran, Taktik pembelajaran,
Model pembelajaran
Istilah pembelajaran tersebut akan menjadi aplikatif pada saat pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan belajar baik di kelas maupun diluas kelas melalui jalur pendidikan formal atau non formal.
Lanjut H.Usman, S.Pd., M.Pd mengatakan pertama” FUNGSI PENDIDIKAN KESETARAAN”
Mengembangkan potensi diri peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan akademik dan keterampilan fungsional dan pengembangan sikap dan kepribadian profesional.Sebagai sarana pengembangan program pendidikan non formal bagi masyarakat untuk membentuk masyarakat yang berkarakter melalu kelompok belajar (kejar), life skill dan mengembangakn budaya membaca,
Kedua “TUJUAN PENDIDIKAN KESETARAAN “;
Menjamin penyelesaian pendidikan dasar yang bermutu bagi anak yang kurang beruntung: putus sekolah, putus lanjut, tidak pernah sekolah, minoritas etnik, dan anak yang bermukim di desa terbelakang, miskin, bermasalah secara sosial, terpencil atau sulit dicapai karena letak geografi s dan atau keterbatasan transportasi dalam rangka memberi kontribusi terhadap peningkatan apm dan apk pendidikan dasar minimal 2% – 5% dalam mempercepat susksesnya wajar sembilan tahun,
Menjamin pemenuhan kebutuhan belajar bagi semua warga masyarakat usia produktif melalui akses yang adil pada program-program belajar dan kecakapan hidup,
Memberikan kontribusi terhadap peningkatan rata-rata lama pendidikan bagi masyarakat indonesia minimal 9 tahun sehingga mampu meningkatkan human development index (hdi) dan upaya menghapus ketidakadilan gender dalam pendidikan dasar dan menengah, Memberikan peluang kepada warga masyarakat yang ingin menuntaskan pendidikan setara sd/mi dan smp/mts atau yang sederajat dengan mutu yang baik,
Melayani peserta didik yang memerlukan pendidikan akademik dan kecakapan hidup secara fleksibel untuk mengaktualisasikan diri sekaligus meningkatkan mutu kehidupannya.
Ketiga “SASARAN PENDIDIKAN KESETARAAN”
Paket A : masyarakat usia SD/MI usia ( 13-15 tahun ) Paket B usia SMP/MTs usia ( 16 -18 tahun ) Paket C penduduk di atas usia 18 tahun yang berminat mengikuti program paket C karena berbagai alasan.
Keempat “STANDAR PROSES PADA PENDIDIKAN KESETARAAN ”
Yaitu standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kopetensi lulusan, Alasan pentingnya standar proses adalah sebagai berikut ;
Kebhinekaan budaya
Keragaman latar belakang
Karakteristik
Kecepatan dan kesempatan belajar peserta didik
Tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu
Standar proses, pada pendidikan kesetaraan meliputi ;
Perencanaan,
Pelaksanaan pembelajaran,
Evaluasi hasil pembelajaran serta pengawasan program pembelajaran,
Yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran pendidikan kesetaraan adalah sebagai berikut :
Pembelajaran harus memperhatikan beberapa prinsip antara lain :
Memperhatikan perbedaan individual peserta didik, Fokus pada pencapaian kompetensi,
Mendorong partisipasi aktif peserta didik,
Mengembangkan budaya membaca dan menulis, Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.
Penekanan standar proses pada pendidikan kesetaraan (kejar A, B dan C) :
Metode dan media pembelajaran
Strategi pembelajaran
Kelima “METODE PEMBELAJARAN KESETARAAN” Metode adalah cara atau jalan yang harus ditempuh dalam suatu kegiatan, dengan metode rencana yang dutetapkan akan dapat berjalan dengan baik. Dalam Buku Metodologi Pendidikan Islam (Depag RI 2001 : 19) metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaana suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditetapkan. Kemudian dalam KBBI (WJS. Purwadarminta 1999 : 767) metode adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud. Dari pegertian diatas dapat disimpulkan bahwa Metode Pembelajaran adalah cara atau taktik yang dimiliki pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.
Kriteria pemilihan metode pembelajaran
Sifat (karakter) tutor.
Tingkat perkembangan intelektual dan tanya jawab. Fasilitas satuan pendidikan.
Tingkat kemampuan tutor.
Sifat dan tujuan materi pelajaran.
Waktu pembelajaran.
Suasana kelas.
Dengan beberapa modifikasi, metode pembelajaran pada pendidikan kesetaraan (PLS) dapat di pilih dari beberapa metode berikut ini ; Ceramah tanya jawab
Metode ceramah yang di gunakan di sekolah formal, di selingi satu sampai tiga kali pertanyaan dari pendidik atau bahkan tanpa pertanyaan atau tidak diselingi anya jawab.
Pada pendidikan kesetaraan hal itu kurang tepat.
Pada pendidikan kesetaraan sedikit cerama dan banyak tanya jawab. Artinya cerama dapat di pergunakan untuk memulai dan pada awal pembelajaran, yang kemudian di teruskan dengan anya jawab.
Tutor memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan,
Kemudian teruskan dengan pertanyaan dari tutor kepada peserta pola saintifik, Hots artinya berpikir tingkat tinggi sesuai Kurikulum 2013, dilengkapi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) cukup selembaran saja termuat kegiatan: Tanya jawab lebih menarik jika di kembakan kepada seluruh peserta ” Ice Breaking ” cara tutor mengambil hati peserta paket A,B dan C. kata H.Usman, S.Pd., M.Pd.
PENULIS :(HAUS).
