BIMTEK E-SPMI KEPALA SD WILAYAH I KAB.BONE.
BONE, PEMBURU BERITA Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah melalui Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) se-wilayah 1 Bone Bagian Utara meliputi Kecamatan: Ajangale,Awampone, Cenrana, Dua Boccoe dan Tellu Siattinge dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2020 mulai pukul 09.00 s.d 13.00 melalui pertemuan vertual daring Link Webex meeting Wilayah 1 Kab.Bone.

Adapun Panitia Pelaksana Bimtek Pengurus KKPS Wilayah 1 Kab.Bone ketua Drs. Mahmuddin, Sekretaris KKPS wil.1 Drs. Muh. Ilyas, M.Si, yang bertindak sebagai HOS H.Usman, S.Pd.,M.Pd dibantu oleh Bahrum, S.Pd dan OPS Tellu Siattinge Firman, S.Pd

Presenter Acara Pengawas SD Kab.Bone Drs.Muh.Ilyas, M.Si dan bertindak sebagai Moderator Drs.Mahmuddin dan sebagai Nara Sumber /Fasilitator Materi : 1. Sam Arif, A, S.Pd., M.Pd, 2. Drs. Muh.Ilyas, M.Si, 3. Drs. Mahmuddin, dan 4. H.Usman, S.Pd.,M.Pd

HOS Mengatakan bahwa jumlah peserta yang sempat hadir adalah 109 Kepala Sekolah dan 16 Pengawas SD ke lima Kecamatan ( Ajangale, Awampone, Cenrana, Dua Boccoe dan Tellu Siattinge ) dengan rincian ikut sampai evaluasi sbb: Ajangale 10 orang, Awampone, 22 orang , Cenrana 19 orang, Dua Boccoe 19 orang dan Tellu Siattinge 39 Orang.

Acara Bimtek SPMI tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kab.Bone Hj.A.Syamsiar, S.Sos.,M.Si dalam kata sambutannya mengharapkan agar semua Kepala UPT SD dapat mengikuti dengan baik menyelesaikan tugas evaluasi dan penilaian pemetaan mutu pendidikan (PMP) dan SKP disatuan Pendidikan dengan baik In Syaa Allah.

Lanjut Sekretaris Dinas Pendidikan Drs. Nursalam, M.Pd memberikan penguatan pada Peserta mengatakan mulai dari sekolah kita mengevaluasi terus ke penilaian apa kekurangan dan kelebihan dari sekolah kita merencanakan, memperbaiki. kemudian ada namanya istilah tidak asin bagi kita istilah new normal artinya kenormalan baru, maksudnya ada normal baru belum ada sebelumnya, jadi yang menyebut normal baru bila keluar pakai masker, cuci tangan dan membawa cuci tangan dan jika sekolah terbuka nanti harus mempersiapkan ke 6 poin ini nanti sesuai anjuran protokol kesehatan, bisa dibuka sekolah membuat kesepakatan bersama komite sekolah.

Kemudian berdasarkan penyampaian pak menteri bahwa yang bisa sekolah itu berada di zona hijau, itupun SMP dan SMA paling cepat bulan Juli 2020, SD paling cepat Desember 2020. jadi bulan Juli s.d November 2020 jadi guru rancanglah pembelajaran anak-anak tidak terputus pembelajarannya. bisa kita gunakan pembelajaran Internal bukan saja melalui WA, tetapi membiasakan pembelajaran melalui online pembelajaran Webex Meeting atau soom , kepala sekolah lakukan pembiasan seperti ini. atau bisa mengirimkan tugas anak-anak setiap hari agar anak betah dirumah, artinya dirumah juga bisa melakukan belajar bersama gurunya karena denga kontrolin orang tua siswa.

Koordinator Pengawas Sekolah Kab. Bone Sam Arif A, S.Pd., M.Pd mengatakan
Pemetaan Mutu Satuan Pendidikan : Analisis Data Mutu , Akar Masalah dan Rekomendasi Perbaikan
Desain Rapor mutu terkait 8 SNP Kepala sekolah perlu dipahami indicator dan sub Indikator Standar Nasional Pendidikan ( SNP beserta capainnya mulai menuju SNP 1 s.d SNP4 dan SNP (SNP sudah nilai full )

Rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam menyusun program Monitoring dan Evaluasi adalah Program dikembangkan dari aspek-aspek Monitoring dan Evaluasi yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP), Menggunakan format program yang sudah diberikan. Kegiatan Monev biasanya dilakukan dalam 3 tahapan: a.Persiapan, b. Pelaksanaan, c.Pelaporan

Ketua LPMP Makassar Dr. Abdul Halim Muharram, M.Pd walaupun padat acaranya siap hadir member penguatan mengatakan Bone ini sudah pertemuan ketiga tidak ada dibeda-bedakan tidak ada halangan memberi walaupun luas Bone, memberikan apresiasi bahwa pertemuan ini saya mengapresiasi mendapat perhatian besar Kepala Sekolah Kab.Bone, insyaa Allah, LPMP mengatakan menjadi pelapor utama rapor mutu Kab.Bone ini, Abdul Halim Muharram lanjut mengucapkan penghargaan terbesar Bapak,Ibu Kepala sekolah betul-betul bahu membahu, disatukan pendidikan Pencapaian Mutu Pendidikan (PMP) dengan data riil masing-masing lahir dalam perjalanannya menuju kesempurnaan In syaa Allah.

Ketua KKPS Wilayah 1 Drs. Mahmuddin melanjutkan pengamatannya melalui Evaluasi SPMI untuk mengetahu sampai dimana pemahamannya para peserta Nilai terendah 25 + Nilai Tertinggi 89 = 114 jadi rata-rata peserta yang sempat ikut SPMI rata-rata 60 % masuk kategori baik kata ketua KKPS Wilayah I Drs Mahmuddin tambahnya. “HAUS”
FOTO KELOMPOK BIMTEK TS PERSIAPAN ( HAUS )
