Sang Tukang Urut Ala Tradisional di Anawoi, Meninggal Ditangan Pasiennya
ANAWOI KOLAKA,PEMBURU BERITA.COM- Seorang berprofesi sebagai tukang urut meninggal dunia ditangan pasiennya lantaran pasien tidak puas atas apa yang pernah dijanjikan kepada tersangka.
Sebut saja Dulati umur 70 tahun warga lingkungan V kelurahan Anowoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka adalah korban pembunuhan disalah satu tempat kompleks pesisir pantai bajo pada hari Rabu, 25/8/2021.
Pelaku La Aji (49) dan Korban Dulati (70 Thn), Keduanya berasal dari tempat yang sama bahkan temannya sendiri.
Penyebab pembunuhan berdasarkan pengakuan pelaku kepada polisi bahwa dirinya melakukan aksinya usai di pijat oleh Korban, lantaran tidak terima apa yang pernah dilakukan sang Korban (Dulati).
Menurut Warga setempat, bahwa kasus pembunuhan ini peristiwa tersebut berawal saat pelaku mengundang korban ke rumah pelaku pada jelang siang hari pukul 10: 40 Wita, untuk mengobati pelaku pada hari itu juga.
Selanjutnya korban saling bertengkar karena tidak terima hasil kerja pijatnya terhadap pelaku, karena pelaku ini merasa dibohongi soal pengurutan Mr. V . Sebab sudah sekian kalinya diurut Anunya pelaku, tidak pernah ada perubahan.

Saat berlangsungnya pengobatan dengan metode tradisional pijat, pelaku sempat protes karena sejak di obati (Pijat red) oleh korban, bertujuan untuk memulihkan (Maaf) alat kejantanan pelaku , namun tidak ada perubahan bahkan tambah parah Begitu ceritanya sampai adu mulut antara korban dan pelaku sampai pertengkaran pun tak terelakan hingga antara Korban dan Pelaku terjadi perkelahian satu lawan satu. “Ucap Warga sekitar.
Dilain tempat, Kapolres Kolaka AKBP., Saiful Mustofa melalui Kasubsi Penmas Aipda Riswandi kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut.
“Pelaku sempat mengambil sebilah benda tajam dan menghatamkannya pada Korban hingga mengalami luka sobek bagian organ leher, hingga menyebabkan korban kehilangan nyawanya,” Kata Riswandi.
Berdasarkan informasi masyarakat kepada Petugas polisi bertindak cepat menangkap pelaku, selanjutnya jasad korban langsung di evakuasi di Puskesmas Tanggetada dan dilakukan visum et repertum, usainya di bawa di rumah duka di Kampung Bajo Kelurahan Anaiwoi.
“Hingga berita ini di realise, pelaku mengakui perbuatannya dan pelaku saat ini telah di amankan di Sel tahanan Polres Kolaka, untuk selanjutnya dilakukan penyidikan,” Terang Riswandi.
Kemudian, berdasarkan informasi yang di himpun dari keterangan AIPDA Hendra selaku Kanit Buser Reskrim Polres Kolaka, bahwa berdasarkan perintah Kapolres , dirinya bersama anggota Polres dan Polsek Watubangga masih berjaga-jaga di sekitar tempat kejadian.
“Kami yang tergabung dengan Anggota Polsek Watubangga masih standby di Tempat kejadian perkara atas perintah Kapolres untuk berjaga agar situasi tetap Kondusif, dan situasi masih tetap kondusif sampai malam hari ini,” Kata Aipda Hendra. (Iful)
