Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Yang sering ditemui miskonsepsi.

Bone, PB.Com – Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sering ditemui salah pengertian dengan Penelitian Eksperimen menjadi salah satu sebab guru mengalami kendala atau kesulitan dalam membuat publikasi Ilmiah. Padahal, kita tahu sendiri, jika publikasi ilmiah sangat penting dilakukan oleh guru, diantaranya, alasannya untuk kenaikan pangkat. salah satu kelompok guru sedang duduk istirahat menunggu di depan Kantor Disdik Kab Bone mengatakan pada hari itu, Senin, 18-04-2022

Diskusi salah seorang Purna Bakti PS SD Disdik  Kab Bone Juga Aktif disalah satu Perusahaan PT. MEDIA PB sebagai Komisaris, juga Jurnalistik, selama memasuki Purna bakti aktif juga mengabdi sebagai Dosen Pengajar di kampus Unismuh/IAIN Wtp beliau adalah H.Usman, S.Pd., M.Pd,  mengatakan didepan kelompok teman guru, berdasarkan pengalaman ketika jadi  tim pemeriksa kenaikan pangkat penilik/pengawas biasanya terkendala Kenaikan Pangkat adalah salah satu faktor pertama Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi Guru, Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) bagi KS,PS, Penilik dan juga adanya tidak serumpun bidang tugas dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) atau ijasah yang yang di ampuh/dimiliki.

Sesuai PermenPANRB No.16 Tahun 2009 mengisyaratkan kenaikan pangkat guru 80% unsur utama dan 20% penunjang. Salah satu unsur utama yang sering terkendala adalah pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), dalam publikasi ilmiah dan karya inovatif, kemungkinan inilah yang menjadi kendalanya.

Pelaksanaan penilaian angka kredit guru di maksudkan bukan untuk menyulitkan guru tetapi sebaliknya di laksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat guru di tentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu.

Publikasi ilmiah mencakup 3 kelompok kegiatan. Salah satunya adalah publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal. Tetapi, guru masih mengalami kesulitan dalam membedakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan penelitian Eksperimen (PE). Sehingga memunculkan miskonsep antara Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan penelitian Eksperimen.

Apa saja yang sering ditemui dalam “Penelitian Tindakan Kelas (PTK)- dengan penelitian Eksperimen? tutur salah satu guru senior tidak mau disebut namanya,

Tujuan yang ingin dicapai.

PTK sering disalah artikan atau disamakan dengan Penelitian Eksperimen karena samasama memberikan perlakuan (treatment) pada peserta didik.

Perbedaan yang mendasar antara PTK dan Penelitian Eksperimen Bedanya, terletak pada tujuan yang ingin dicapai. Penelitian Eksperimen bertujuan untuk menguji tindakan, sedangkan PTK bertujuan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran.

Kemudian Subyek Penelitian

Penelitian Eksperimen mengenal istilah populasi dan sampel, sedangkan PTK, karena bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan dalam konteks tertentu dan terbatas, tidak ada istilah populasi dan sampel, tetapi digunakan istilah ‘subyek penelitian’.

Karena prosedur itu, maka hasil Penelitian Eksperimen dapat digeneralisasi dari sampel ke populasi, sedangkan hasil PTK hanya berlaku untuk kelas yang dikaji saja, kecuali kelas lain memiliki karakteristiks yang hampir sama dengakn kelas yang diteliti

Adapun Pelaksanaan Penelitian :

Dalam pelaksanaan Penelitian eksperimen pada umumnya dilakukan satu kali, karena dalam penelitian eksperimen hanya sekedar menguji hipotesis. Sedangkan, penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan beberapa kali siklus, karena penelitian berahir jika hasil yang diperoleh sudah maksimal atau sesuai dengan ukuran yang diberikan.

Orientasi Akhir dari: Penelitian eksperimen menekankan atau berorientasi pada hasil, karena hasil pengujian hipotesis yang diperoleh pasti diterima meskipun nihil. Sedangkan penelitian tindakan kelas (PTK) menekankan pada proses, karena selama hasil belum dicapai dimungkinkan terjadi kekurang tepatan proses yang dilakukan.(MAR)

admin

PT. MEDIA PEMBURU BERITA SK Menteri Hukum & HAM AHU: 0031538.AH.01.01.TAHUN 2019 Nomor Induk Berusaha (NIB): 9120000780489 NPWP PERUSAHAAN : 91.916.307.1-808.000 DIREKTUR UMUM; ISKANDAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *