MGMP SENI BUDAYA DAN PRAKARYA MELAKUKAN WORSHOP IKM GURU SMP SE- KAB.BONE
WATAMPONE, PB.COM – Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Sri Hartati, S.Pd bersama Ketua MGMP Prakarya Enre, S.Pd,
Melaksanakan Worshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di SMPN 3 Watampone mulai tanggal 30 Juli s.d 02 Agustus 2022.
Worshop IKM tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bone Drs. Andi Fajaruddin, M.M dan pengawas Pembina SMP Kab. Bone Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd

Adapun Instruktur Worshop MGMP kedua Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dari Guru Penggerak dari SMPN 4 Watampone Erling, S. Pd dan Kamise, S. Pd (Kepala SMPN 4 Barebbo ).
Ketua MGMP Seni Budaya Sri Hartaty, S. Pd (SMPN 1 Dua Boccoe) melaporkan bahwa Peserta yang sempat hadir dalam pembukaan Worhop MGMP IKM guru mata pelajaran yang Mengajar Seni Budaya dikelas VII sedianya 37 orang yang sempat hadir 30 orang,
sedangkan Ketua MGMP Prakarya Enre, S. Pd (SMPN 1 Dua Boccoe ) yang sempat hadir dalam pembukaan 22 orang, dengan materi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
“Kontribusi para peserta ditanggung semua para peserta sebesar 350 per orang tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bone Drs.Andi Fajaruddin, M.M kata sambutannya mengatakan Acara Worshop IKM mata pelejaran Seni Budaya dan Prakarya jenjang SMP Tahun Ajaran 2022/2023, kegiatan ini, kami mengapresiasi dan menitip pesan bahwa agenda Worshop seperti ini, yang dilaksanakan oleh MGMP agar dapat dilaksanakan agenda ruting minimal satu kali persemester.

“Hal seperti ini, dapat menambah pengetahuan, dan menambah wawasan Bapak/Ibu saling mengisi berbagi pengalaman tentang inovasi IKM, sebagai strategi agenda rotinitas.
Worshop seperti ini, agenda strategi pendidikan dan kebudayaan dan agenda strategi pada tahun 2022 kegiatan IKM masih bersifat Chois /Pilihan pada satuan Pendidikan, setelah pada tahun pelajaran 2024 sudah berlaku secara keseluruhan tutur Kadisdik Kab Bone.
Pengawas Pembina SMP Kab. Bone Muhammad Rusdi, S. P d., M. P d kata sambutannya mengatakan : untuk tahun 2022 ini, ada dua matapelajaran bergabung Worshop di SMPN 3 Watampone yaitu mapel seni budaya dan mapel prakarya, karena meman didalam kurikulum Merdeka mata pelajaran (Mapel) pilihan. jadi guru yang mengikuti workshop IKM ditempat ini, adalah guru pilihan dari sekolah masing-masing.
Lanjut Pengawas Pembina Kab. Bone Muhammad Rusdi, S. P d., M.Pd mengharapkan para peserta yang ikut seluruh sekolah Kab. Bone yang dipercaya mengikuti pelatihan ditempat ini, sangat diharapkan setelah kembali ke sekolah masing-masing ada semacam oleh-oleh, minimal melaporkan pada kepala sekolahnya untuk di implementasikan pada teman-teman di sekolahnya masing – masing.
Melihat spanduk yang terpampang di depan kita tertulis Worshop, jadi artinya ada hasil atau ole-oleh yang harus kita dapatkan yang di bawah pulang ke sekolahnya.
Kurikulum Merdeka bukan hal baru bagi kita adalah hasil penyempurnaan dari kurikulum 2013, profil Pancasila baru kita dengar di kurikulum Merdeka, tetapi di kurikulum 2013 sudah ada sebenarnya yaitu pendidikan karakter, dan kurikulum 2013 pendidikan karakternya itu terlalu banyak.
Dengan adanya kurikulum Merdeka ini disederhanakan atau disempurnakan.
” Ada juga issu berkembang dari guru-guru dimana letak merdekanya di kurikulum merdeka ini? semakin bertambah banyak tugas guru katanya, karena guru belum merasakan letak merdekanya kurikulum merdeka ini, karena baru sementara kita memulai pelatihan.
“Lalu Intinya Kurikulum Merdeka ini, letak merdekanya berpusat kepada siswa kita, karena siswa menerima pembelajaran sesuai potensinya masing-masing.
“Disinilah letak merdekanya siswa kita cara guru memberikan pembelajaran karakter sesuai potensi siswa. disinilah letak kurikulum yang lalu ‘Kurikukum 2013 ‘ karakter banyak lalu disamakan semua siswa kita yang dicapai. dengan kurikulum merdeka ini diberi pembelajaran siswa, di merdekankan siswa kita, berdasarkan potensi atau kemampuan masing – masing siswa kita, tambahnya. (MARNI)
