478 Wisudawan & wisudawti angkatan X Tahun Akademik 2022/2023 di IAIN, Ini Yang Dikatakan Wabup Bone.
BONE – 478 Mahasiswa Mahasiswi Wisuda sarjana dan pascasarjana atau Wisuda program strata satu (S1) dan strata dua (S2) angkatan X tahun akademik 2022/2023 di Institut Agama Islam Negeri Bone Sabtu,24/6/2023 lalu.
Wisudawan dan wisudawati ini dilaksanakan di kampus IAIN Bone secara sidang senat terbuka di Kelurahan Mattiro Walie Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.
Acara tersebut juga sempat memacetkan jalanan masuk ke kampus lantaran ribuan warga dari berbagai penjuru wilayah daerah untuk menyaksikan jalannya acara wisudawan dan wisudawati yang jumlah pantastis.
Gelar wusudawan wisudawati di kampus IAIN Bone tahun ini, memang lebih memadati dibanding tahun kemarin, bayangkan saja untuk pasca sarjana (S1) mencapai 454 orang ditambah Sarjana (S2) 24 Orang, dan didamping satu Orang tua sesuai undangan yang diedarkan oleh panitia pelaksana.
Acara tersebut dimulai pukul 09.10 wita sampai selesai dan hadir wakil Bupati Bone Drs.H. Ambo Dalle,MM, beserta Forkopimda dan para undangan lainnya masing masing dari Orang tua Mahasiswa yang di wisuda kesarjanaannya.
Bupati Bone tidak sempat hadir karena sesuatu hal yang penting di Jakarta. Olehnya Wabup Bone Drs. H. Ambi Dalle,MM diperintahkan hadir untuk mewakili acara wisudawan wisudawati di IAIN Bone ini.
Prof. Dr.H. Syahabuddin,S.Ag Rektor IAIN Bone menyampaikan bahwa tujuan kita laksanakan wisuda di kampus ini agar semua pengantar wisudawan dan wisudawati bisa melihat dan menyaksikan langsung anak anaknya yang lagi di wisuda.
“Saya yakin kedepan, ada anak anak dan putra kita terbaik di Bone, Insyaallah amin. Selamat menjadi warga Masyarakat, abdikanlah ilmumu, dan jangan lupa gurumu yang telah memberikanmu satu huruf, maka itulah tuhanmu.” Katanya.
“Sekali lagi saya katakan, bahwa jangan sekali kali melupakan gurunya dan dosen, satu lagi jangan sekali kali durhaka kedua orang tuanya.” Ucapnya dengan bahasa bugis.
“IAIN Bone ini tidak bisa besar tanpa mitra dari orang tua dan alumni juga tanpa akademika dan seluruh Masyarakat Kabupaten Bone.” Tambanya.
Ditempat yang sama Wakil Bupati Bone Drs. H. Ambo Dalle,MM menambahkan beberapa poin yang sangat penting diantaranya.
“saya mewakili pemerintah daerah menyampaikan selamat kepada institut agama islam negeri bone yang telah mencetak sarjana baik S1 maupun S2, tentu semua ini adalah suatu kerja keras pak dekan, dan seluruh dosen, baik wakil-wakil rektor, dan didukung oleh pak rektor, saya menyampaikan selamat untuk perguruan ini, mudah-mudahan insya allah bisa naik kelas.”ucapnya.
untuk tercapainya tercapaikan termasuk
“saya juga sampaikan selamat kepada orang tua para wisudawan dan wisudawati, karena berkat orang tualah anak-anaknya bisa sarjana, yang berhasil bukan anakku tetapi yang berhasil adalah orang tua. Maka dari itu terimakasih telah mempercayakan anaknya pada lembaga ini untuk dididik, untuk anakku jangan berhenti belajar karena ukuran keberhasilan bukan dari predikat cumlaude, memuaskan, atau sangat memuaskan. Tetapi ukuran keberhasilan kita yaitu sejauh mana kita bisa membuktikan ditengah-tengah masyarakat. Itu kuncinya orientasi perguruan tinggi sekarang bukan lagi orientasi kuantitas kelulusan tapi orientasinyalah bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja. Tidak boleh ada cerita alumni IAIN menganggur, tidak boleh itu haram hukumnya. Dia harus punya harga diri bahwa saya ini sarjana, gunakan itu.”tegas wabup Bone.
Sedangkan orang tua kita saja sekolahnya tidak tinggi tapi bisa bermanfaat untuk banyak orang, karena sebaik-baiknya umat ialah orang yang bermanfaat untuk semuanya.”Katanya
Selanjutnya, perubahan status dari STAIN menjadi IAIN saya terlibat langsung, maka dari itu saya berikan tugas rumah untuk pak rektor saya minta IAIN kedepannya ini jangan terlalu lama berubah menjadi universitas, ini harga diri.”tuturnya.
“Jadi saya minta para wakil rektor, para dekan dan seluruh dosen, bantu pak rektor karena tidak mungkin ini bisa diwujudkan tanpa bantuan kita semua. Apalagi sudah banyak kampus di Kab.Bone sudah menjadi Universitas, dilihat dari guru besarnya saya yakin sudah cukup banyak. Hanya satu saja yang harus dilakukan unyuk menjadi Universitas yaitu harus kompak, kalau kompak bersinergi insya allah 1 tahun 2 tahun kedepan paling lama bisa berubah menjadi Universitas.
“saya harap tidak ada lagi ijazah dalam bentuk selembar kertas didalamnya, supaya mahasiswa yang selesai tidak ada lagi urusannya di Kampus. Semogaa saja ini tidak terulang, supaya mahasiswa bisa langsung mendaftar kerja ataupun melanjut perguruan tingginya.”Tutup H. Ambo Dalle. (Dar)
