MGMP SENI BUDAYA DAN PRAKARYA MELAKUKAN WORSHOP IKM GURU SMP SE- KAB.BONE
WATAMPONE – Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Sri Hartati, S.Pd bersama Ketua MGMP Prakarya Enre, S.Pd, melaksanakan Worshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di SMPN 3 Watampone Kabupaten Bone Sulaweai selatan mulai pada tanggal 02 – 09 Agustus 2023.
Worshop IKM tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bone Drs. Nursalam, M.Pd dan pengawas Pembina SMP Kab. Bone Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd dan sejumlah peserta lainnya dari guru guru seni budaya dan Prakarya SMPN se-Kab.Bone
berjumlah 55 Orang.
Ketua MGMP Seni Budaya dari SMPN 1 Dua Boccoe Sri Hartaty, S. Pd melaporkan, bahwa Peserta yang sempat hadir dalam pembukaan Worshop MGMP IKM guru mata pelajaran yang Mengajar Seni Budaya dan Prakarya dikelas VII – IX SMPN se-Kab.Bone, sedianya 37 orang, namun yang sempat hadir hanya 33 orang,
sedangkan Ketua MGMP Prakarya juga dari SMPN 1 Dua Boccoe Enre, S.Pd yang sempat hadir dalam pembukaan tersebut hanya 22 orang, dengan agenda materi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Menurut Enre, S.Pd juga menyampaikan ke peserta, bahwa adapun kontribusi untuk peserta ditanggung masing – masing sebesar 350 ribu per orang.”Jelasnya.
Kata Enre,S.Pd, Sebagian para peserta tidak mau ditulis namanya. Jadi saya sampaikan disini, bahwa kontribusi yang Rp 350.000/ Peserta dikali peserta yang hadir 53 Orang adalah Rp.12.250.000,- ini sebaiknya perlu juga dilaporkan ke Bendahara MGMP, supaya ada transparansi ke para pengurus, baik dari MGMP Seni Budaya maupun MGMP Prakarya. Ucapnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bone Drs. Nursalam, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan Worshop IKM mata pelejaran Seni Budaya dan Prakarya jenjang SMP Tahun Ajaran 2023/2024, kami mengapresiasi dengan baik.
“Saya titip pesan bahwa agenda Worshop seperti yang dilaksanakan oleh MGMP, kiranya dapat dilaksanakan dengan agenda ruting, ya.. Paling minimal satu kali persemester, karena kegiatan seperti ini bermanfaat bagi kita semua. Apalagi hal seperti ini, dapat menambah pengetahuan dan wawasan Bapak/Ibu, kita bisa saling mengisi dan berbagi pengalaman tentang inovasi IKM, sebagai strategi agenda rutinitas.”Ucapnya Sekretaris.
“Worshop IKM tidak beda jauh dengan kurikulum yang lalu, hanya saja beda nama. Sedangkan agenda strategi pendidikan dan kebudayaan pada tahun 2023 masih bersifat Chois /Pilihan pada satuan Pendidikan, sedangkan pada tahun pelajaran yang akan datang sudah berlaku secara keseluruhan” Tambahnya sekretaris disdik Kab Bone.
Masih ditempat yang sama, Pengawas Pembina SMP Kab. Bone Muhammad Rusdi, S.Pd.,M.Pd, kata sambutannya mengatakan, untuk tahun 2023 ini, ada dua matapelajaran bergabung di SMPN 3 Watampone, yaitu mapel seni budaya dan mapel prakarya, karena memang didalam kurikulum Merdeka kedua mata pelajaran ini adalah satu Fase. jadi guru yang mengikuti workshop IKM ditempat ini, adalah guru pilihan dari sekolah masing-masing.”katanya.
“Jadi kami mengharapkan para peserta yang ikut worshop hari ini, kiranya bisa mengimplementasikan ke teman – teman lainnya setelah kita kembali dari sini. Katakanlah semacam oleh-oleh, minimal melaporkan pada kepala sekolahnya masing-masing.”Pesannya.
“Kurikulum Merdeka bukan hal baru bagi kita semua, karena kurikulum seperti ini adalah hasil penyempurnaan dari kurikulum 2013, profil Pancasila baru kita dengar di kurikulum Merdeka, tetapi di kurikulum 2013 sudah ada sebenarnya yaitu pendidikan karakter, dan kurikulum 2013 pendidikan karakternya itu yang terlalu banyak. Dengan adanya kurikulum Merdeka seperti ini disederhanakan atau disempurnakan.”tutur Muhammad Rusdi.
“Lalu Intinya Kurikulum Merdeka ini, berpusat kepada siswa kita, karena siswa menerima pembelajaran sesuai potensinya masing-masing. Jadi letak merdekanya siswa disini, tergantung cara guru memberikan pembelajaran karakter sesuai potensi siswa.”Tambahnya Rusdi
“Jadi Kurikulum Merdeka fokus pada pengembangan karakter dan moral siswa, sedangkan K13 fokus pada kemampuan akademik siswa secara umum. Pelaksanaan: Kurikulum Merdeka lebih fleksibel dan memberikan kebebasan kepada guru untuk mengembangkan pembelajaran, sedangkan K13 lebih terstruktur dan memiliki pedoman yang jelas.”Jelasnya Muhammad Rusdi. (HAUS)
