SMP Kalam Kudus Gelar Pameran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
BONE – SMP Kalam Kudus Watampone memperkenalkan hasil Karya anak bangsa sesuai kurikulum merdeka yang telah berjalan selama ini, termasuk Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs. Andi Fajaruddin, M.M membuka secara resmi pameran Hasil Karya Siswa SMP Kalam Kudus Watampone kamis,26/10/2023 di Aula Ibadah lantai dua SMP Kalam Kudus jalan Gunung Semeru no. 24/26 Kabupaten bone Sulawesi Selatan.
Acara tersebut berTema: Bhineka Tunggal Ika “Berbeda Itu Menyenangkan” Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).Tentang bhineka tunggal ika, yang artinya menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Semboyan ini mengajarkan bahwa meskipun berbeda-beda, bangsa Indonesia tetap satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Fungsi semboyan ini juga memperkuat ikatan persaudaraan dan kerja sama antarwarga negara dalam mencapai kemajuan bersama.
Menurut Iman Sevan jaya Waruwu,S.Th guru PPKM kelas VII, VIII dan IX. SMP Kalam Kudus Watampone mengatakan, bahwa Poin dari acara yang dimaksud, Bagaimana anak itu memiliki perbedaan, menjaga toleransi dan kerukunan dan kesatuan. ada juga peragaan cerpen bahasa indonesia dan bahasa Inggris, Menyanyikan lagu – lagu Daerah sulawesi, Ambon dan Toraja.

Kepala SMP Kalam Kudus Watampone Selamat Telambanua,S.Pdk memyampaikan terimakasih yang tak terhingga atas kedatangan bapak Kadis Pendidikan beserta jajarannya, karena bisa meluangkan waktunya menyambangi dan menyaksikan hasil Karya P5 yang dipersembahkan dari anak didik kami.
“Kita akan menyaksikan, yang mereka sudah pikirkan dan di pelajari selama ini tentang bagaimana kordinir bhineka tunggal ika itu yang berbeda, itu sangat menyenangkan dan kita akan melihat mereka melalui referensi yang akan disampaikan.” Kata A. Selamat.
“Topik atau tema yang akan mereka angkat di semester ini adalah tentang bhineka tunggal ika, disini mereka diajar sepanjang dua minggu, mereka belajar tentang projek ini, lalu mereka mengenali budaya-budaya yang bebeda bahasa, juga berbeda makanan khas, berbeda pada setiap daerah, bahkan mereka bisa melihat didalam perbedaan yang indah. Berbeda itu bukan membuat pecah, bukan juga kita membuat saling mementingkan diri sendri. Tetapi disini anak-anak kita belajar bagaimana menghargai setiap budaya, dan bagaimana menghargai setiap perbedaan yang ada, baik itu suku, agama dan bahkan setiap etis yang ada. Perbedaan itu adalah anugerah, melalui kurikulum merdeka ini, 3 profil pancasila, termasuk memamerkan karya yang ada di ruangan ini yang ada hubungannya profil kurikulum merdeka.”Jelasnya A. Selamat.
“Kita akan belajar apa yang sudah diperoleh, kita juga bisa melihat bahwa didalam setiap diri mereka ternyata berpotensi yang mereka miliki, mereka bisa pikirkan, ternyata perbedaan seperti itu bukan dijadikan sebagai bahan untuk pecah, tetapi setiap triparti yang mempunyai keinginan masing-masing harus kita hargai.”Ucapnya A. Selamat.

Ditambahkan Ketua yayasan SMP Kalam Kudus Muktar Wira juga menyampaikan seputar tema yang dibawakan siswa SMP Kalam kudus, tentu mencerminkan projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila itu adalah salah satu program pemerintah yang selama ini berjalan dengan baik.

Kepala Dinas Pendidikan dalam sambutannya, bahwa acara ini luar biasa karena salah satu terobosan besar apa yang dilakukan SMP Kalam Kudus, tentu semua adalah salah satu pembelajaran dari korikulum Merdeka yang selam ini memerlukan keterampilan dan karya nyata.
“Ada dua SMP yang berstatus sekolah penggerak (percontohan), Termasuk SMP Kalam kudus ini. Memiliki kemampuan dan Inovatif, prestasi yang luar biasa. Jadi apapun yang didapat di SMP Kalam Kudus ini tentu dapat dipertahankan dengan baik, dan kalau perlu ditingkatkan lagi.”Ujarnya Kadisdik Drs. Andi Fajaruddin,M.M.
Acara tambahan menampilkan salah satu drama dan cerita yang dibawakan siswa SMP Kalam Kudus yang berjudul Perbedaan pendapat, peragaan cerpen bahasa indonesia dan bahasa Inggris, Menyanyikan lagu – lagu Daerah sulawesi, Ambon dan Toraja. (DAR)
