Rapat Lanjutan Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Pimpinan Novena Hotel Menjadi Perhatian Masalah Pajak Menunggak
BONE – Komisi II DPRD Kabupaten Bone mengundang melalui Pj. Bupati Bone kepada kepala Badan Pendapatan Daerah, Kepala Badan keuangan dan Aset Daerah, kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Tanan Pangan, Hortikultura & Perkebunan, Dinas Perikanan, dan Direktur Perusahaan Daerah Air minum (PDAM) air Manurung Kabupaten Bone.
Undangan ini bersifat rapat lanjutan komisi II DPRD Kabupaten Bone melalui surat nomor 302/005/IV/2024 dengan acara membicarakan hasil pendapatan daerah (PAD) bertempat di ruang Banggar DPRD kbupaten Bone, 30/4/2024.
Begitu juga dari ketua dan anggota Badan anggaran musyawarah perbankan Daerah Kabupaten Bone seperti, Bank Sulselbar, bank BRI, BNI, BCA, BTN dan Bank Mandiri bank Danamon, Bank Panin dan bank Sinarmas masing-masing di Watampone dengan nomor surat undangan 363/005/IV/2024.
Selanjutnya, juga diundang Ketua pengurus Masjid Al Markas Almaarif kabupaten bone melalui Pj. Bupati Bone dengan nomor surat 308/005/IV/2024, soal membicarakan masaalah pungutan yang dilakukan oleh pihak pengurus Masjid Al Markas Almaarif.

Komisi II DPRD Bone juga mengundang Pimpinan PT. Sinergi Gula Nusantara PG. Camming dan Pimpinan PT. Perkebunan Nusantara I Kebun Camming dengan nomor surat 309/005/IV/2024, untuk mengikuti lanjutan rapat kerja Komisi II DPRD kabupaten Bone dsngan agenda membicarakan masalah Corporate Social Responsibility (CSR) juga dilaksanakan di ruang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bone.
Rapat ini dipimpin langsung ketua komisi II DPRD Bone A.Muh. Idris Rahman,SH.,MH dan didampingi sejumlah anggota dari komisi II DPRD Kabupaten Bone untuk bisa mengkontribusi atau CSR untuk kabupaten Bone.
Menurut ketua Komisi II mengatakan, bahwa sudah tiba waktunya untuk mempertanggung jawabkan anggaran anggaran yang telah dipakai. Apalagi sekarang ini, kabupaten Bone sedang tidak baik baik saja.”katanya A. Muh. Idris Rahman,SH.,MH.
“Saya mengundang saudara masing- masing instansi termasuk Perbankan, cuma mau meluruskan keadaan saja, termasuk juga pabrik gula camming.” Ucapnya A. Muh. Idris Rahman.
“Kalau mengenai usulan saya, sebaiknya Pemkab Bone harus memiliki mobil Jenaza, tidak usah mobil Ambulance semua. Jadi saya minta untuk dari Perbankan bisa memyumbang mobil Jenaza untuk kepentingan Masyarakat Kabupaten Bone. Untuk itu mari kita pikirkan secara bersama – sama demi kepentingan Masyarakat Bone.” Tambahnya A. Muh. Idris Rahman.
” Saya sebagai pengawas dan kontrol sosial mitra pemerintah, maka saya harus tegaskan agar segera lunasi semua tunggakan termasuk pajak. Karena bone ini sedang tidak baik baik saja.”katanya.
Anri dari pimpinan bank Danamon mengatakan, bahwa mengenai CSR itu, kami langsung menyerahkan ke pusat.
“Adapun CSR kami dari bank Danamon yaitu mengenai Sosial, kita menganggarkan lebih cenderung ke bantuan bencana alam, kalau dibidang ekonomi, gerakan itu lari keuangan, jadi kalau untuk pengadaan kendaraan sampah, dulu kami pengalaman waktu masi bukan di Bone bertugas, itu kita pernah suppor juga.”terangnya Anri Pimpinan Bank Danamon.
Menurut tim Badan Pendapan daerah kabupaten Bone, bahwa khusus hotel Novena CSRnya sudah mulai berjalan dengan baik, namun kita akui bahwa, hotel Novena masih banyak tunggakkannya. Karena dari 1,6 milyar pajak dari Hotel Novena, sudah dibayar 30 juta setiap bulannya. Jadi sudah ada Rp 270.000.000 masuk dananya sampai saat ini.”ucapnya salah satu yang mewakili Bapenda.
Adapun yang ditagih dari komisi II DPRD Bine adalah uang dari konsumen, kemana itu?. Termasuk juga uang partisipasi atau CSR ke Pemkab Bone.
Menurut keteranagan pimpinan Hotel novena sendiri mengatakan, kemampuan membayar tunggakkan pajak itu hanya bisa 30/bulan saja.
“Jadi kami dari pihak Hotel Novena sudah membayar pajak yang ke 9 selama tahun ini dengan nilai 270.000.0000 ke Pemda Bone.’tutur pimpinan Novena.
Usai memberikan keterangan dalam rapat komisi II DPRD bone, pihak hotel Novena dipersilahkan pulang atau meninggal tempat rapat dari pimpinan rapat, guna untuk melajutkan kerjanya di Hotel.

Dengan rasa penasaran semua awak media yang ada liputan pada saat itu, maka awak media mendekati pimpinan hotel Novena guna dimintai tanggapan terkait tunggakan pajak hotelnya.
Sayang seribu sayang, pihak pimpinan Hotel Novena keterangannya sama apanyang diucapkan dalam rapat. Namun mampu mengucapkan, bahwa menunggaknya Pajak tahun kemarin, karena kita dilanda Covid-19 sampai pengunjung di hotel kami menurun drastis dan tidak ada pemasukan dana. Maka dari itu pajak kami menunggak sampai saat ini.
“Kami mohon maaf, karena kami juga kebetulan baru menjabat selaku pimpinan di Hotel Novena, olehnya itu kami juga kurang paham atas tunggakan pajaknya sebelum kami. Jadi untuk sementara, hanya itu saja yang bisa kami sampaikan.” Ucapnya pimpinan Novena Hotel didepan awak media sambil menghidar dan pergi. (DAR)
