Oknum Kepala Sekolah di Bone Susah Dipegang Kata Katanya.

ITTERUNG, TELLU SIATTINGE – Oknum Kepala Sekolah SD di Bone mempermainkan oknum Mantan Pengawas SD Kabupaten dengan dalil soal pembayaran utang piutang.

Seperti yang dialami seorang awak media juga seorang mantan pengawas SD mengalami dirinya dibohongi dari oknum kepala sekolah SD yang bernisial “E” yang ada di Kecamatan Tellu Siattinge.

Simak cerita yang dialami oknum awak media ini yang sudah berkali kali katanya dijanji untuk bayar utangnya namun sampai detik ini belum juga tuntas.

Kejadiannya pertama kalinya pada hari Sabtu, 29/06/2024, saya bersama isteri datangi sekolahnya di pagi hari sekitar pukul 08.00 wita, dengan maksud menemui oknum kepala sekolah tersebut

“Setibanya di sekolah Saya sempat bicara dengan oknum kepala sekolah “E” dan dia imengatakan nanti saya bawakanki uangta dirumah.”ucapnya dengan ringkas.

Ke esokan harinya awak media ini datang lagi menemui oknum E itu, lagi lagi bilang, saya lupai ambil uangta di rumah.” Katanya “E”

Bukan cuma beberapa kali awak media ini mendatangi oknum kepala sekolah “E”, tapi sudah berkali kali sampai bosan bolak balik hanya tujuan penagihan saja.

“Berselang bebrapa hari, saya mencoba mendatangi kediamannya saat itu pada Sabtu malam, saya dengan ibu (isteri) singgah di rumahnya di jalan Wajo. Setibanya saya dirumahnya ” E”, saya ketuk pintunya, langsung di buka sambil cerita diterasnya. Setelah kita bicara panjang lebar sambil menunggu saya dikasi uang, eh..ternyata tetap tidak diberikan juga uangku. Tadinya saya pikir dia membayarmi itu,.?! jadi saya sodorkan mi daftarku untuk ditanda tangani selama 6 bulan, ternyata hasilnya juga nihil.

“Aduh terbalik lagi alasannya, katanya belum ada masuk uangnya, belum ada ku pegang katanya. Seketika itu saya langsung pulang. Perasaan saya sangatlah menjekelkan atas kelakuan sang oknum kepala sekolah “E” Ini. Masa seorang kepala sekolah etikanya seperti itu?. “Ucap Haus sambil pulang penuh kekecewaan.

Ke esokan harinya tanggal 30/06/2024, saya dijanji lagi, ternyata begitu lagi kelakuannya oknum kepala sekolah “E”, lagi lagi tak kunjung datang di sekolah, saya chat lewat Watshapp, dengan bertanya jam berapaki ke rumah Bu?, oknum kepala sekolah “E” membalasnya, maaf Puang sakit mamaku kupakai dulu uangnya, karena kubawai mamaku ke dokter, dan nanti tanggal 2/7/2024 sekalian kubayarki puang, karena ini hari tanggal tua puang.”begitu alasannya.

Setelah tiba Pada hari Selasa tanggal, 02/07/2024 awak media mencoba mengingatkan lagi melalui Watshapp (WA) nya : ” bagaiman Bu sudah tgl 2 ini hari, sudah adami barangkali uangnya?. Apakah ibu “E” mau kerumah atau saya ke rumahnya?. Oknum “E” menjawab, iye Puang kutunggujiki di rumah Puang katanya.

“10 menit telah berlalu WA ibu “E”, saya naik motor ke rumahnya walaupun hujan gerimis lagi dengan niat mau menerima harga media 6 bulan dengan membawa kuitansi tanda bukti pelunasan.” Ucapnya Haus dalam hati.

” Selanjutnya, setiba dirumah oknum kepala sekolah “E” Saya mengetuk pintu dan memberi salam, namun si “E” ini tak kunjung keluar dari rumahnya. Saya tetap bertahan selama 30 menit didepan pintu rumah sambil mengetuk memberi salam tidak muncul muncul juga. lanjut lagi kembali saya mencoba chat WA dengan mengatakan “adama di depan rumahnya Bu”. Lagi dan lagi tidak ada balasannya.” Tuturnya Haus.

Lanjutnya, saya mencoba hubungi lewat telpon lagi sampai 20 kali, hasilnya juga tidak diangkat. Sungguh nahas nasibku ini. Berselang beberapa menit kemudian, hujan sudah mulai redah, maka saya mengatakan dalam hati sudah 13 tahun berkecimpung bersama kepala sekolah barusan saya temukan Kepala sekolah manis dimulut, kejam perlakuannya, tidak pantas menjadi kepala sekolah berkarakter penipu, dan pembohong”ucap dalam hati Haus.

Ditempat yang terpisah, Guru-guru di sekolahnya mengatakan, buruhki dia pak Haji, sedangkan guru lain dikasi begitu, maat pak Haji, kami tidak mengatakan apa-apa Puang, kita disini sudah pada tahu kelakuannya, cuma kita ini takut ngomong. Apalagi disekolahku ini, banyak yang senior yang bisa menjadi kepala sekolah, kenapa bisa dimasuki kita dari luar.”ucap seorang oknum guru yang tidak mau dimediakan namanya.

Berita ini sampai tayang, belum ada konfirmasih ulang dari pihak yang bersangkutan. (HAUS)

 

admin

PT. MEDIA PEMBURU BERITA SK Menteri Hukum & HAM AHU: 0031538.AH.01.01.TAHUN 2019 Nomor Induk Berusaha (NIB): 9120000780489 NPWP PERUSAHAAN : 91.916.307.1-808.000 DIREKTUR UMUM; ISKANDAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *