Limbah Ikan di Pasar Tradisional Bajoe Diduga Mengganggu Bauh Yang Menyengat Sampai di Sekolah
BAJOE, BONE. — Para guru dan Kepala SD Inpres 3/77 Bajoe mengeluhkan dampak limbah ikan yang berasal dari pasar tradisional Bajoe. Senin,11/11/2024
Bau busuk yang menyengat dari limbah ikan tersebut kerap kali mengganggu
kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Menurut Kepala SD Inpres 3/77 Bajoe.
“Bau busuk yang berasal dari pasar tradisional sering kali tercium hingga ke ruang kelas, terutama saat jam pelajaran dimulai pada pagi hari. “ucapnya
” Bau busuk ini tidak hanya mengganggu konsentrasi murid, bahkan juga mempengaruhi kesehatan para guru dan staf. Terkadang, beberapa guru sampai merasa mual dan muntah karena aroma yang begitu menyengat,” ungkap kepala sekolah.
Keluhan serupa juga disampaikan beberapa guru di sekolah tersebut. Mereka mengaku harus bekerja dalam kondisi yang tidak nyaman karena aroma busuk yang menyelimuti lingkungan sekolah setiap hari.
“Kami berharap ada tindakan segera dari Pj Bupati Bone Andi Winarno Eka Putra, Kepala Dinas Perdagangan Kab Bone, Kepala Pasar BajoE maupun pihak terkait untuk mengatasi masalah limbah ini.”tambahnya
Jika dibiarkan berlarut-larut, tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan para murid dan guru,” ujar salah seorang guru.
Para guru berharap kepada Pj Bupati Bone, Andi Winarno Eka Putra dan Kepala Pasar BajoE dapat segera mengambil tindakan untuk menangani limbah ikan dengan lebih baik.
Upaya pengelolaan limbah yang efektif sangat diperlukan agar lingkungan sekitar pasar, termasuk SD Inpres 3/77 Bajoe, tetap bersih dan sehat.
Kadis Perdagangan Kab Bone, Drs. Hamzah Sunusi, M.Si ketika dikonfirmasi menjelaskan, akan segera menindaklanjuti keluhan para guru dan kepala sekolah
tersebut.(haus)
