Ziarahi Makam Imam Syafi’i di Mesir, Dekan FEB Unusia: PkM Internasional Harus Berakar pada Nilai Aswaja dan Tradisi Keilmuan Ulama
KAIRO, MESIR — Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FEB Unusia), Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., melakukan ziarah ke makam Imam Syafi’i, pendiri Mazhab Syafi’i, serta sejumlah makam ulama bersejarah di Kairo, Mesir, sebagai rangkaian pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional, Oktober 2026.
Ziarah tersebut juga mencakup situs yang berkaitan dengan Imam Syafi’i, Syekh Zakaria Al-Anshari, ulama besar Mazhab Syafi’i, Syekh Ahmad bin Athaillah As-Sakandari, penulis kitab Al-Hikam, serta maqam yang dinisbatkan kepada Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Menurut Aras, kunjungan tersebut merupakan refleksi intelektual dan spiritual terhadap akar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah yang menjadi fondasi pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.
“Imam Syafi’i bukan sekadar pendiri mazhab fikih, melainkan representasi tradisi keilmuan yang mengintegrasikan wahyu, rasionalitas, metodologi, dan tanggung jawab moral. Inilah landasan penting pendidikan tinggi berkarakter Aswaja,” ungkap Aras. 29/10/2026.
Ia menegaskan bahwa tradisi keilmuan ulama harus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab persoalan masyarakat kontemporer.
Pemaknaan tersebut sejalan dengan pelaksanaan PkM Internasional FEB Unusia berkolaborasi dengan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), yang dipimpin Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., di Kairo pada 27–29 Oktober 2026.
Program yang melibatkan 54 mahasiswa Indonesia tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas adaptasi sosial budaya masyarakat Mesir, literasi keuangan, tata kelola keuangan pribadi, serta pemahaman transaksi internasional.

“Semangat Imam Syafi’i mengajarkan pentingnya metodologi dan ketelitian dalam mengambil keputusan. Dalam konteks ekonomi dan akuntansi, nilai tersebut harus diwujudkan melalui kejujuran, keadilan, amanah, dan akuntabilitas,” jelas Aras.
Rangkaian kegiatan turut mencakup edukasi bersama KBRI Kairo serta audiensi pengembangan kerja sama akademik dengan Universitas Al-Azhar.
Aras menilai warisan fikih Imam Syafi’i, keteladanan Syekh Zakaria Al-Anshari, dan spiritualitas Ibnu Athaillah merupakan sumber nilai penting bagi pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis.
“Internasionalisasi perguruan tinggi bukan hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan. Ilmu ekonomi harus berjalan bersama etika, sedangkan kemajuan bisnis harus disertai tanggung jawab sosial,” tegasnya.
Menurutnya, PkM Internasional tersebut menjadi implementasi visi Unusia sebagai perguruan tinggi unggul berkarakter Aswaja An-Nahdliyah, melalui integrasi ilmu, iman, dan amal.
“Dari makam Imam Syafi’i di Kairo, kita belajar bahwa ilmu yang besar tidak hanya diwariskan melalui kitab, tetapi juga melalui pengabdian dan kemanfaatan bagi peradaban. Inilah spirit FEB Unusia dalam membangun pendidikan yang berilmu, berakhlak, dan berdampak,” pungkas Aras. (*)
