Dua Korban Meninggal baku parang Gara-Gara Sengketa tanah di Desa Tassipi Kec. Amali
BONE, PEMBURU BERITA.COM- Pertarungan sengit dua lawan satu gara-gara kasus sebidang tanah perumahan yang ada di Desa Tassipi Kecematan Amali Kabupaten Bone, menyebabkan korban meninggal dunia dua Orang Kamis, 26/9/2019.
Perkelahian dua lawan satu tersebut, memakan korban jiwa dua Orang. Satu meninggal ditempat dan satunya meninggal perjalanan menuju Kerumah sakit Bone namanya “KD”. Sedangkan lawan yang namanya HZ 53 Thn sementara berada di Rumah sakit Tenriawaru Watampone akan dirujuk ke Ruamh sakit Makassar.
Menurut Warga yang melihat kejadian, awalnya sikorban meninggal dunia itu ditegur dari sipemilik tanah, mengatakan jangan dipondasi dulu itu tanah, karena belum berstatus kau beli. Terus … merasa tersinggung sikorban meninggal, maka terjadilah perkelahian antara AS (53 tahun) yang meninggal. Sedangkan lawannya bernama HZ (53 Thn) Korban luka-luka yang sekarang semenrata dirawat dirumah sakit Tenriawaru watampone.
Selanjutnya, Dengan berlangsungnya pertikaian tersebut, maka saudara AS yang bernama “KD” ikut juga maju mengeroyok HZ. Maka terjadilah pertarungan yanmg sengit.
Alhasil perkelahian tersebut, dua bersaudara meninggal dunia. Satu meninggal ditempat dan satunya meninggal diperjalanan menuju Kerumah sakit Watampone.
“Kejadian baku parang ini sebelumnya sudah dipertemukan kedua bela pihak di rumahnya Pak desa Tassipi guna untuk dibicarakan soal jual beli tanah. Namun dasar sikorban keras kepala, mengatakan saya sudah beli itu tanah, namun tidak mampu memperlihatkan tanda bukti pembeliannya didepan pak Desa.
Selanjutnya, keesokan harinya sikorban ini langsung bangun pondasi rumah ditanah tersebut. Nah ditempat itulah terjadi perkelahian sampai memakan korban jiwa. “Kata warga ditempat.
Setelah selesai perkelahian ini, maka muncullah anak mantu HZ yang bernama KD 38 Thn, datang di TKP dengan maksud menolong Mertuanya. Pertanyaanya adalah, kenapa sang menantu ini ikut diambil sama petugas dikirim ke polres Bone ?“Kata Warga yang melihat kejadian.
Hasil pantauan media ini, ingin menemui menantu yang naman KD guna ingin mengklarfikasi kejadian ini, ternyata belum bisa dimintai keterangannya, menurut salah satu petugas penyidik yang ada diruangan penyidik. Katanya silahkan temui Pak Kasat Reskrim.
Namun Media ini berusaha menemui Kasat Reskrim polres Bone, namun tidak ada ditempat. Dengan terpaksa kami menghubungi lewat telpon seluler dengan nomor 081 342 703 069 mengatakan, kami belum bisa memberikan keterangan kepada awak media. Berhubung Kasriadi alias Kasse ini, sementara menunggu klarfikasi dari polsek Amali.
“Maaf pak, kami dari pihak polisi belum sempat kami memberikan keterangan soal kejadian di Amali. Karena Kasriadi alias Kasse ini belumpi juga ditanya- Tanya soal keterlibatannya ikut sebagai pelaku. Olehnya itu kami dari pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan lengkap“Ucap IPTU Muhammad Fahrun,SH.,MH saat dihubungi lewat no hp.081342703069 baru-baru ini. (Is)
