Pembangunan Masjid Bany Pawang Lamuru Melibatkan Arsitektur Yang Profesional
LAMURU, PEMBURU BERITA.COM – Pembangunan Masjid Bany Pawang Lamuru, mulai pada tanggal 27 Juni 2021 sampai sekarang, dan sudah tiga kali pergantian Kepala tukang berdasarkan ke ahliannya.
Awal pelaksanaan pembangunan, mulai pondasi pagar ukuran 20 m x 20 m, sudah selesai, maka terjadi pergantian kepala tukang Ahli dibidang Cakar Ayam dan pondasi pola Masjid dengan ukuran 16 m x 12 m.
Pada tanggal 01 Februari – April 2022, pembangunan tahap IV terjadi pergantian Kepala Tukang lagi, karena untuk mendirikanTiang dan dinding Masjid, diperlukan pekerja yang memiliki keahlian dibidang itu. Olehnya itu pembangunan Masjid ini, perlu dihadirkan arsitektur danTehnisi yang mempunyai skill dibidangnya masing- masing.
Baharuddin Surga Halim, bersama Ketua Pembangunan Masjid adalah orang yang merintis berdirinya Masjid Bany Pawang Lamuru ini, makanya telah hadir dan langsung di lokasi pembangunan di jalan Pelabuhan Desa Lamuru Kec.Tellu Siattinge pada, 15 Februari 2022.
Syurga Halim telah memberikan wejangan- wejangan kepada panitia Pembangunan dan juga kepada masyarakat sekitar masjid.

“Pembangunan Masjid ini, dirancang berdasarkan pola pikir Masjid masa kini, bangunan Masjid nantinya tidak memiliki tiang tengah, Supaya nampak kelihatan luas bagian dalam, kemudian tingginya hanya 4,5 m, sehingga penggunaan sirkulasi AC sangat memungkin cepat menyebar, selanjutnya, palang diatas slop gantung menyiku, sehingga kelihatan tinggi diluar dan indah dipandang.”Tuturnya.
Kemudian bangunan tersebut tidak memiliki kayu karena mulai dari kuseng jendela, pintu dan hiasannya tidak ada kayu, agar salah satu bangunan akan menjadi satu kesatuan. “Tambahnya Syurga Halim.
Dengan adanya penjelasan dari pak Syurga Halim selaku Arsitektur pembangunan Masjid ini, maka anak cucu Pawang Lamuru, bersatu memberikan apresiasi dari Tokoh Agama Orang tua Pawang Lamuru namanya Puang Lamba bersama istrinya Puang Besse Lacinnong anak dari raja Bone ke 31 Lapawawoi Karaen Sigeri yang pernah memerintah di Kab.Bone. pada tahun 1895-1905.
Salah satu cucunya Sulkarnaen dan H.Usman, S.Pd., M.Pd pernah bermimpi melihat Pawang Lamuru mengatakan iyyae maneng cucuku bantulah aku ” mamminasaki pada engkaki ritu maseddi-seddi langgangnga mappamulai bola mesaku (Kuburang) Lettu di onrong bola tudangenna Agamaku yaenaritu (Masjid)” sehingga diberi nama Masjid Bany Pawang Lamuru” oleh Dr Ridwan Syarifuddin Latif, M.Hi.
Ketua Penyelenggara Pembangunan Masjid Bany Pawang Lamuru Prof. DR. H.Syarifudsin Latif, MHi menyampaikan bahwa Masjid adalah rumah tempat ibadah umat Islam. Masjid artinya tempat sujud, sebutan lain yang berkaitan dengan masjid di Indonesia pada umumnya adalah mushalla, langgar atau surau. Istilah tersebut diperuntukkan bagi bangunan menyerupai masjid yang bisa digunakan untuk salat Jumat, iktikaf, bila anak cucunya Pawang Lamuru bersatu. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim, untuk “patarakkai angkata Marajana Tomatoa Appongetta Puang Lamba-Puang Besse Lacinnong- Puang Pawang Lamuru- La Memme-La Mendia matinroe di Bumi Pemakaman Desa Lamuru Kec.Tellu Siattinge Kab.Bone, dan juga Kegiatan-kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al-Qur’an cucuku di Masjid ini.Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan In Syaa Allah imbuhnya ketua penyelenggara Pembangunan Masjid Bany Pawang Lamuru harapnya.
Sekretaris I(satu) Pembangunan Masjid Bany Pawang Lamuru H.Usman,S.Pd., M.Pd dibantu sekretaris 2(dua) H.Baharuddin Husain telah mencatat segala bahan bangunan yang digunakan, atas kebutuhan kepala tukang pembangunan Masjid, baik bantuan dana maupun berupa bahan bangunan yang masuk, Alhamdulillah berjalan sesuai jadwal.
H.Usman,S.Pd., M.Pd menyusun proposal agenda permintaan bantuan ke anak cucunya yang ada diluar daerah, untuk mengirimkan melalui seksi penyandang dana Muh. Raje Subair, baik melalui online maupun berupa bentuk buku jilid.” tutur Sekretaris.
Sekretaris I dan II menyampaikan bahwa jumlah dana yang digunakan mulai tahap pertama sampai dengan tahap ke lima, sekitar Rp.375.000.000,-(Tiga ratus tuju puluh lima juta rupiah), itupun masih ada lebihnya 240 zat bantuan semen belum digunakan. Melihat kondisi keuangan sekarang, mari kita bersinergi untuk mendapatkan upah tukang instalasi Listrik beserta bahannya, begitu juga profil Masjid dan atap jmba Masjid tambahnya ( HAUS)
