Tudang Sipulung di Kairo, PKUMI dan FEB UNUSIA Perkuat Solidaritas Diaspora Sulawesi melalui PkM Internasional

KAIRO, MESIR — Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) bersama Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FEB UNUSIA) memperluas jangkauan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional melalui kegiatan Silaturahmi Tudang Sipulung bersama Ikatan Alumni dan Keluarga As’adiyah (IKAKAS) Mesir dan Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Mesir, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat IKAKAS Mesir, Hay Sabi, Kairo, tersebut menjadi ruang dialog antara akademisi, kader ulama, mahasiswa, dan komunitas diaspora Indonesia dalam memperkuat solidaritas sosial serta mempertahankan identitas budaya di tengah kehidupan masyarakat internasional.

Direktur PKUMI, Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., menegaskan bahwa tradisi Tudang Sipulung mencerminkan semangat persaudaraan dan musyawarah yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.

“Pendidikan kader ulama tidak hanya membangun kedalaman ilmu agama, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan merawat persaudaraan. Tudang Sipulung memperlihatkan bagaimana tradisi lokal Indonesia dapat menjadi kekuatan dalam membangun solidaritas umat di tingkat internasional,” ungkap Ahmad Thib Raya.

Dekan FEB UNUSIA, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., mengontekstualisasikan Tudang Sipulung sebagai kearifan masyarakat Bugis-Makassar yang mengandung nilai sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghormati), dan sipakainge (saling mengingatkan).

“Tudang Sipulung bukan sekadar duduk bersama, melainkan ruang membangun kesetaraan, kepercayaan, dan tanggung jawab kolektif. Dalam perspektif ekonomi, nilai tersebut merupakan modal sosial yang memperkuat tata kelola komunitas, kemandirian, dan kesejahteraan diaspora,” jelas Aras.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan PkM Internasional PKUMI–FEB UNUSIA yang sebelumnya memberikan pembekalan adaptasi sosial budaya, tata kelola keuangan, dan transaksi internasional kepada 54 mahasiswa Indonesia di Kairo.

Sementara itu, Ketua IKAKAS Mesir, Muh. Nurul Muqaffi, menekankan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dan tradisi keilmuan As’adiyah di perantauan.

“Silaturahmi ini menjadi wadah mempererat persaudaraan alumni dan keluarga As’adiyah. Kami berharap nilai keilmuan, akhlak, dan kebersamaan terus hidup meskipun berada jauh dari tanah air,” ujarnya.

Punggawa KKS Mesir, Muhammad Auflah Khalifah, Lc., menyampaikan bahwa solidaritas komunitas Sulawesi merupakan kekuatan penting dalam mendukung kehidupan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Mesir.

“KKS Mesir berkomitmen menjadi rumah kebersamaan bagi warga Sulawesi. Kolaborasi dengan PKUMI dan FEB UNUSIA membuka ruang penguatan kapasitas, jejaring sosial, serta pemberdayaan masyarakat perantauan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, PKUMI dan FEB UNUSIA menegaskan bahwa pengabdian internasional tidak hanya berlangsung melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pelestarian budaya, penguatan jejaring diaspora, dan pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal Indonesia. (*)

admin

PT. MEDIA PEMBURU BERITA SK Menteri Hukum & HAM AHU: 0031538.AH.01.01.TAHUN 2019 Nomor Induk Berusaha (NIB): 9120000780489 NPWP PERUSAHAAN : 91.916.307.1-808.000 DIREKTUR UMUM; ISKANDAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *