Bendahara Bos SD Inpres 12/79 TA Perlu Dipertanyakan
BONE,PB.COM – SD Inpres 12/79 TA Maryam,S.Pd, bertindak dan berani mengambil keputusan tanpa berkoordinasi dengan kepala Sekolahnya soal media cetak yang masuk langganan di SD Inpres 12/79 TA. Kelurahan TA Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.
Tindakan yang diambil sang bendahara Bos ini, dianggap kurang menyenangkan buat mitra kerjanya selaku pelanggang setia media pendidikan yang sudah Tahunan berlangganan.
Alasan Maryam,S.Pd selaku bendahara Bos disekolah tersebut, mengatakan muridku kurang sekali. Dengan seriusnya dia mengatakan didepan mitranya tanpa ada koordinasi, atau penyampaian sebelumnya dari kepala sekolahnya.
Kalau melihat keadaan SD Inpres 12/79 TA, seperti biasa-biasa saja. Keadaan bangunan sudah direnop dan siswanya tidak ada perubahan jumlah siswanya, apalagi dengan alasan kurang siswanya. Bahkan siswanya ada 130 Orang sampai detik ini.
Sebenarnya Maryam ini selaku guru pendidik di SD Inpres 12/79 TA, dianggap juga kurang disiplin waktu datang mengajar disekolah, karena diduga hampir setiap hari terlambat masuk mengajar dengan alasan diurus dulu anak kecilnya.
Adapun mengenai situasi dan keadaan sekolah ini, tidak ada perubahan, banyak sedikitnya siswa yang ditampung di sekolah tersebut. Namun Maryam ini selaku bendahara Bos, mengada ada saja tanpa alasan yang kurang jelas. Apalagi menyampaikan ke pihak mitranya, bahwa muridnya kurang sekali dibanding tahun sebelumnya. Itulah alasan sang bendahara BOS.
“Kurang sekali muridku, jadi tahun depan tidak usahmi berlangganan. Karena terlalu banyak koran masuk disekolah. Sedangkan muridku hanya 130 Orang saja, apalagi kepala sekolahku sudah maumi pensiun.”Ucap Maryam saat ditemui hari Kamis, 3/11/2022 pagi pukul 09.15 Wita yang baru saja masuk sekolah.
Sejak dulu bahkan puluhan tahun berlangganan Media cetak bulanan yang berbau pendidikan, SD Inpres 12/79 TA, tidak pernah ketinggalan berlangganan media cetak Koran, Majalah dan Tabloid. Kenapa baru kali ini berani memberikan setmen memutuskan berlangganan ke mitra kerjanya tanpa ada koordinasi dari pihak penanggung jawab yaitu kepala sekolahnya.
Tindakan yang diambil sang bendahara Bos Maryam ini, kurang menyenangkan dan tidak menghargai kepala sekolahnya. Karena tidak ada penyampaian sebelumnya untuk mengambil keputusan apalagi tindakan.
Kepala UPT SD Inpres 12/79 TA belum ditemui untuk mengklarfikasi semua apa yang dikatakan ibu Maryam, dengan alasan sakit. Jadi rilis berita ini tayang, belum ada hasil klarfikasi dari kepala sekolah. tentang apa yang dikatakan sang bendahara Bos Maryam,S.Pd.
Penulis: Iskandar
