KKG WILAYAH 1 KEC. AJANGALE ” APA ITU ECOBRICKS”.

AJANGALE – Kegiatan KKG Wil.1 Kecamatan Ajangale kab. Bone bertempat diKantor Ex UPT selama 2 hari pada hari senin dan selasa 20-21 Februari 2023.

Kegiatan KKG tersebut dihadiri oleh bapak Pengawas SD Kab. Bone Drs. Muh.Ilyas, M.Si, dan Ketua K3S Kec. Ajangale Marjuni, S. Pd (Guru SD Inpres. 4/82 labissa) sekaligus bapak pengawas SD Kab. Bone membuka acara secara resmi dan dihadiri pula sebanyak 42 peserta dan seluruh pengurus KKG wil. 1 Ajangale.

Sebagai pemateri KKG dr. Andi Asmara, S. Pd. M. Pd (guru SD inpres 10/73 Welado memaparkan cara memamfaatkan limbah plastik dengan nama “Ecobricks”
sampah plastik bisa membawa dampak buruk bagi lingkungan. Di Indonesia sendiri, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, dan 3,2 juta ton di antaranya terbuang ke laut. Hingga saat ini, sudah ada banyak upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah sampah plastik ini, mulai dari adanya peraturan pemerintah yang melarang penggunaan kantong plastik, kampanye 3R (reduce, reuse, recycle), hingga aksi pembersihan lingkungan oleh berbagai komunitas dan lembaga. Diantara banyaknya upaya ini, apa nih yang sudah kamu lakukan untuk membantu mengatasi masalah plastik?

Sesuai namanya, ecobricks adalah sebutan untuk ramah lingkungan. Berbeda dengan pada umumnya, ecobricks dibuat menggunakan sampah botol plastik yang berisi sisa-sisa sampah plastik yang sudah tidak digunakan lagi.

Inovasi membuat ecobricks ini pertama kali dilakukan oleh seorang seniman dari Kanada. Ia sangat menyadari bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan, dan mulai mencari-cari cara untuk mengurangi sampah plastik tanpa menimbulkan masalah lain bagi lingkungan. Lalu, lambat laun langkahnya membuat ecobricks ini mulai populer dan semakin banyak dilakukan juga oleh orang-orang di seluruh dunia.

Dengan adanya ecobricks, sampah-sampah plastik dapat tersimpan dengan baik dalam botol dan dimanfaatkan untuk hal berguna lainnya, Jika plastik-plastik tersebut dibakar, maka zat-zat berbahaya seperti karbon monoksida akan terlepas ke udara, membahayakan kesehatan orang-orang, hingga menjadi penyumbang pemanasan global. Kemudian, jika dibiarkan begitu saja, partikel plastik juga akan sulit sekali terurai dan dapat membahayakan ekosistem di sekitarnya, seperti ekosistem tanah maupun laut. Nah, makanya kita harus dapat berusaha untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Jika sampai harus menggunakan dan menghasilkan sampah plastik, lebih baik kita kumpulkan agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna dalam jangka panjang. Ecobricks yang kamu buat nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal, lho, seperti misalnya membuat dinding, kursi, dan perabotan lainnya paparnya.

Pengawas Pembina SD Drs.Muh.Ilyas, M.Si menyampaikan tentang tentang Pendalaman Kurikulum Merdeka Inilah Hal-Hal Esensial Kurikulum Merdeka di Jenjang SD :

Penguatan kompetensi yang mendasar dan pemahaman logistik
Untuk memahami lingkungan sekitar, mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan sebagai mata pelajaran Imlu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Integrasi computational thinking dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPAS
Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 2 kali dalam satu tahun ajaran.

 

Penulis :MUH ABDU

admin

PT. MEDIA PEMBURU BERITA SK Menteri Hukum & HAM AHU: 0031538.AH.01.01.TAHUN 2019 Nomor Induk Berusaha (NIB): 9120000780489 NPWP PERUSAHAAN : 91.916.307.1-808.000 DIREKTUR UMUM; ISKANDAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *